Sempat Bandel, Lion Air Akhirnya Patuhi Jadwal Terbang Semasa Corona

  • Whatsapp

Setelah Ditegur Gubernur Bangka Belitung

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Maskapai Lion Air Grup dipastikan mematuhi permintaan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman untuk menghentikan jadwal terbang Jum’at (10/04/2020).

Permintaan tersebut menyusul tidak dipenuhinya jadwal penerbangan secara bergiliran oleh Lion Air, padahal sudah ditetapkan Gubernur Babel pada 7 April 2020, guna menekan penyebaran Covid-19 di Bangka Belitung.

Baca Lainnya

“Seperti diketahui, ketidakpatuhan Lion Air pada jadwal giliran terbang terjadi pada tanggal 30 Maret, dan tanggal 1 April, terakhir terjadi pada tanggal 7 April 2020. Saat itu seharusnya bukan jadwal Lion Air, ternyata pada tanggal tersebut Lion Air tetap terbang dengan alasan belum ada petunjuk dari manajemennya,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Babel, KA Tajuddin.

Ketidakpatuhan inilah, katanya membuat gubernur meminta Lion Air untuk menghentikan penerbangannya ke Pangkalpinang pada tanggal 10 April, yang merupakan jadwal giliran terbang maskapai tersebut. Permintaan ini akhirnya dipatuhi dan Gubernur menunjuk Citlink untuk menggantikan jadwal penerbangan.

Menurut Tajuddin, gubernur berharap ketidakpatuhan ini menjadi peristiwa terakhir bagi maskapai penerbangan dalam kepeduliannya membantu menekan dan mencegah penyebaran Covid-19.

Sejatinya semua maskapai mematuhi kebijakan pembatasan penerbangan yang ditetapkan oleh gubernur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan bupati/walikota se-Babel.

“(Kebijakan ini) sebagai upaya untuk menekan atau mencegah penyebaran Covid-19 di Babel, yang dengan adanya pembatasan ini maka jumlah pergerakan masyarakat melalui pintu masuk transportasi udara dapat dikurangi secara signifikan. Semakin sedikit pergerakan masyarakat maka potensi terjadinya penyebaran Covid-19 menjadi lebih kecil,” papar Tajuddin.

Dia menjelaskan, dalam masa darurat Covid-19 Pemprov Babel bersama Forkopimda, DPRD dan bupati/walikota telah menetapkan kebijakan pembatasan frekuensi penerbangan ke Babel dengan hanya satu kali penerbangan saja dalam sehari. Kebijakan ini dilaksanakan secara bergiliran antar maskapai yang melayani rute Jakarta – Pangkalpinang dan Jakarta – Tanjungpandan (PP) mulai tanggal 30 Maret hingga 6 April 2020.

Menyusul perpanjangan masa darurat Covid-19, kebijakan ini juga diperpanjang mulai tanggal 7 sampai 21 April 2020.

“Gubernur mengapresiasi pelaksanaan kebijakan ini yang dipatuhi oleh semua maskapai di Bandara HAS Hananjoeddin Tanjungpandan, bahkan disepakati secara tertulis,” sebutnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi penyebaran dan resiko wabah Covid-19 dengan mengikuti protokol, terutama pada layanan transportasi udara, laut dan darat. (bum/1)

Related posts