by

Semester Satu, Ditresnarkoba Ungkap 188 Kasus

PANGKALPINANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) beserta Polres jajaran berhasil mengungkap sebanyak 188 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba selama Januari hingga Juni 2018.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polres Pangkalpinang menempati posisi teratas dengan jumlah 29 kasus sebagai ranking pertama dan menyusul dibawahnya Polres Bangka pada posisi kedua sebanyak 28 kasus, sedangkan Polres Belitung Timur berada pada urutan terakhir yang hanya mampu mengungkap 7 kasus.

Adapun Polres Bangka Tengah juga hanya berhasil melakukan pengungkapan 11 kasus tindak pidana peredaran narkotika, Polres Bangka Selatan 20 kasus dan Polres Bangka Barat 21 kasus serta 10 perkara diungkap Polres Belitung.

“Untuk Polda Babel saja sebanyak 62 kasus yang kita ungkap selama satu semester atau enam bulan ini dan totalnya secara keseluruhan bergabung dengan tujuh Polres, pengungkapan sebanyak 188 kasus. Kalau kita ambil ranking untuk Polres yang terbanyak mengungkap kasus adalah Polres Pangkalpinang berjumlah 29 kasus,” beber Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Babel, Kombes Pol Suhirman ditemui Rakyat Pos diruang kerjanya, Rabu (11/7/2018).

Ia memaparkan, jumlah kasus narkoba diwilayah hukum Polda Babel apabila dibanding 2017 dengan total pengungkapan mencapai 287 kasus.

“Sementara, sekarang ini satu semester sudah sebanyak 188 kasus selama 2017. Untuk Polda saja, selama 2017 sudah melakukan pengungkapan 84 kasus dan 2018 sekarang ini sampai Juni sudah 62 kasus,” urainya.

Suhirman menyebutkan, semua tindak pidana penyalahgunaan narkoba didominasi oleh kasus peredaran jenis Shabu.

“Pelaku paling banyak adalah lelaki dewasa dan jenis pekerjaannya bervariasi. Sekarang ini kita mengalami peningkatan dalam mengungkap kasus,” sebutnya.

Oleh karena itu, dia menuturkan, meskipun wilayah Bangka Belitung bukan merupakan daerah transit, melainkan daerah tujuan bukan daerah perlintasan tetapi berdasarkan data statistik, pengungkapan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Memungkinkan, permintaan saat ini semakin meningkat. Penyalahgunaan narkoba itu banyak sekali mudaratnya, baik itu kesehatan ataupun juga masa depan. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga pelaku ikut menjadi korban, keluarga pun ikut menderita,” jelasnya.

Dirresnarkoba menghimbau kepada seluruh masyarakat Bangka Belitung supaya lebih memperketat lagi langkah untuk mengingatkan keluarga masing-masing, tetangga terdekat supaya betul-betul menjauhi tindakan apa saja yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU