Sembahyang Rebut Jadi Agenda Rutin

  • Whatsapp
Sembahyang rebut di Bangka Tengah inilah yang akan dijadikan agenda rutin setiap tahun oleh Pemkab Bangka Tengah.(foto: tamimi).

KOBA – Sembahyang rebut di Bangka Tengah menjadi agenda rutin setiap tahun di wilayah itu.
Hal itu dikatakan Bupati Ibnu Saleh pasca sembahyang rebut di Kota Koba tempo hari.

Menurut orang nomor satu di Bangka Tengah tersebut sembahyang rebut atau biasa disebut sembahyang leluhur itu sebagai pemersatu antara suku Melayu dan Tionghoa.

“Sembahyang leluhur masyarakat Tionghoa di Bangka Tengah untuk pemersatu keberagaman dan perbedaan suku Melayu dan Tionghoa di daerah ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, antusiasme masyarakat dalam melaksanakan sembahyang rebut sangat tinggi, bukan saja masyarakat Tionghoa, namun Melayu pun ikut berpatisipasi.

“Melayu ikut berpartisipasi dalam kegiatan sembahyang rebut Tionghoa. Keduanya saling bergaul dan saling berkontribusi,” terangnya.

Ia menyampaikan antara Melayu dengan Tionghoa sudah menyatu. Walaupun heterogen, tetapi tetap rukun.
“Harapan kita kedepan tradisi sembahyang rebut ini kita lestarikan menjadi budaya,” tuturnya. (ran/3).

Related posts