Semangat Sumpah Pemuda yang Mengilhami Instrumen Hukum di Indonesia

  • Whatsapp
Penulis : M Akbar Herliansyah
Mahasiswa Fakultas Hukum UBB

28 Oktober 2020 tepat hari ini, diperingati sebagai hari sumpah pemuda yang merupakan awal pergerakan pemuda dan pemudi di Indonesia. Generasi milenial dan generasi Z seyogyanya dapat mengetahui sejarah dan  pentingnya peringatan Sumpah Pemuda serta dapat berperan aktif sebagai garda terdepan dalam perjuangan, pembahruan, dan pembangunan bangsa Indonesia. Pemuda dan pemudi bangsa Indonesia merupakan elemen dasar kontrol sosial, kekuatan moral, dan agen of change yang merupakan penjelmaan peran, fungsi, karakteristik dan kedudukan  dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Dari semua uraian di atas kita dapat ketahui bahwa tanggung jawab serta peran pemuda dan pemudi Indonesia dalam membangun bangsa Indonesia sangatlah penting. Hal tersebut yang menjadi latar belakang diperlukan suatu instrumen hukum serta kerangka hukum nasional yang mengandung semangat sumpah pemuda yang didasarkan pada pancasila dan undang–undang dasar 1945. Instrumen hukum yang diilhami berdasarkan semangat sumpah pemuda yaitu Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan yang memuat berbagai aturan mengenai berbagai aspek pelayanan kepemudaan yang korelasinya mengenai koordinasi, kemitraan , sarana dan prasarana  serta organsasi kepemudaan.

Read More

Selain mengandung berbagai aturan di atas, terdapat beberapa aturan lain yang termuat dalam UU tersebut, yaitu melalui peran serta masyarakat dalam pelayanan kepemudaan, pendanaan, akses permodalan bagi para pemuda-pemudi bangsa Indonesia yang memiliki jiwa kewirausahaan. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan pada hakikatnya telah lama disahkan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 Oktober 2009, dan mulai berlaku sejak ditempatkan pada lembaran negara Republik indonesia Tahun 2009 Nomor 148 serta penjelasan mengenai Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 ditempatkan pada lembaran negara nomor 5067.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan memiliki tujuan untuk memperkuat posisi dan memberikan kesempatan pemuda generasi milenial dan generasi Z agar dapat menggapai cita-cita, mengembangkangkan kapasitas diri, mengaktualisasi diri dan tentunya mengembangkan potensi diri. Seperti dalam pasal 5 UU No 40 Tahun 2009 tersebut, negara mengakomodir pelayanan bagi pemuda dan pemudi untuk membuat kreasi dan inovasi dalam kehidupan berbangsa dan negara. Selain hal itu, pasal 6 UU No 40 Tahun 2009 tersebut pelayanan kepemudan dilakukan berdasarkan dengan karakater pemuda dan pemudi yang memiliki semangat juang sumpah pemuda.

Related posts