Seluruh SD di Manggar Ikuti FLS2N

  • Whatsapp
Peserta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) sedang unjuk kebolehan dihadapan para juri. FLS2N yang digelar di halaman Gedung SDN di Desa Baru Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, ini, diikuti seluruh SD di Kecamatan Manggar.(foto: istimewa).

Manggar – Seluruh Sekolah Dasar se-Kecamatan Manggar mengikuti kegiatan lomba Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang digelar di halaman Gedung SDN di Desa Baru Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Senin (15/4/2019).

Dalam lomba tingkat kecamatan tersebut, ada lima macam cabang yang dilombakan yakni lomba seni tari sebanyak 18 SD, lomba pantomim sebanyak 12 SD, lomba kriya anyam sebanyak 7 SD, lomba gambar bercerita sebanyak 27 SD dan lomba menyanyi tunggal sebanyak 29 SD.

Dikatakan Hasyim selaku ketua panitia acara, kegiatan lomba FLS2N yang rutin dilaksanakan ini dilaksanakan karena banyak nilai positif, diantaranya sportifitas, kreatifitas, kompetensi dan toleransi serta turut mengembangkan dan menumbuhkembangkan pendidikan karakter siswa-siswi sehingga dapat berprestasi.

“Kegiatan FLS2N ini rutin dilaksanakan tiap tahun untuk menjaring bakat siswa-siswi yang diharapkan akan meraih berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional,” kata Hasyim yang juga Kepala SDN 1 Manggar ini.

Untuk tahun ini, keikutsertaan peserta untuk mengikuti lomba kriya anyaman dari sekolah-sekolah masih minim. Hal itu karena terbatasnya tenaga pengajar di sekolah-sekolah untuk siswa membuat anyaman.

“Kegiatan ini bagus dilaksanakan, khusus lomba kriya anyam ini hanya 9 sekolah karena potensi siswanya belum banyak dan susah cari tenaga pengajar, yang ada hanya tenaga dari kampung-kampung yang mereka tidak memiliki lisensi. Apalagi anyaman ini budaya lokal yang harus dilestarikan,” ujar Hasyim.

Ia mengungkapkan, untuk melestarikan budaya lokal tersebut, diperlukan tenaga pendidik yang mampu membimbing anak-anak agar membuat anyaman yang bagus dan menarik dan dapat berdaya saing.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai peserta lomba berusaha menampilkan yang terbaik agar bisa masuk dalam seleksi tingkat kabupaten hingga ke nasional. Seperti lomba seni tari, dimana peserta dari sekolah menampilkan tarian “beberse laman” dimana tari tersebut menceritakan tentang anak perempuan yang berotong royong membersihkan halaman dengan bekal sapu dan keranjang dan mengumpulkan sampah yang kotor dari halaman.

Kegiatan yang dilaksanakan kelompok kerja kepala sekolah Kecamatan Manggar ini diharapkan juga dapat membangkitkan potensi peserta didik sebagai warga masyarakat yang mempertunjukkan prestasi karya, sekaligus kebanggaan bagi dunia pendidikan kabupaten Beltim. (yan/kmf/3)

Related posts