Selamat Jalan, Jenderal!

  • Whatsapp
Pemakaman Brigjen Pol Syaiful Zachri di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut di Pasar Minggu, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat malam (19/4/2019). Mantan Kapolda Babel ini meninggal karena serangan jantung melaksanakan tugas pengamanan Pemilu 2019. (foto: istimewa)

PANGKALPINANG – Di tengah hiruk pikuknya pesta demokrasi di Indonesia terdapat duka bagi institusi Kepolisian. Salah seorang perwira tingginya Brigjen Pol Syaiful Zachri meninggal dunia saat melaksanakan tugas pengamanan pasca Pemilu 2019 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (19/4/2019).

Mantan Kapolda Bangka Belitung (Babel) ini menghembuskan nafas terakhir dalam usia 56 tahun sekitar pukul 10.30 WIB di RS Siloam Lambajo NTT.

Syaiful yang menjabat Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri ini meninggalkan seorang istri Hj. Susi Santi dan tiga orang anak, yakni Rafika Syaiful, Mochamad Andhika Syaiful yang kini sedang pendidikan Akpol dan Anindya Nursanti Syaiful, siswa kelas 4 sekolah dasar.

Alumni Sespati 2010 kelahiran 4 September 1963 silam ini dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut di Pasar Minggu, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Mukti Juharsa dihubungi Rakyat Pos mengiyakan bahwa Brigjen Pol Syaiful Zachri telah berpulang ke Rahmatilah.

“Iya, saya lagi urus pemakamannya. Insya Allah beliau akan dimakamkan malam ini (Jumat malam) ba’da Maghrib sekitar pukul 18.30 WIB di TPU Jeruk Purut,” ungkap Mukti yang juga mantan Dirreskrimsus Polda Babel ini.

Menurutnya, jenderal bintang satu itu akan dimakamkan dengan upacara militer. “Beliau meninggal karena jantung. Mantan Kapolda ini orangnya tidak hanya sebagai bapak, pimpinan tetapi teman diskusi yang sangat baik,” kata Mukti.

Sementara itu Eks Kabid Humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun’im yang kini ditugaskan ke Lemdiklat Polri mengaku bahwa Brigjen Pol Syaiful Zachri merupakan sosok pimpinan yang sangat baik sekali dimata personelnya.

“Orangnya sangat baik sekali. Bagi saya, beliau sangat terkesan karena pertama kali datang ke Babel saat tiba di bandara hanya istirahat sejenak dan sebelum waktu sholat maghrib tiba, langsung menuju Masjid Jami’ Pangkalpinang,” kenang Abdul Mun’im.

Dia menuturkan, pimpinannya itu semasa baru bertugas di Polda Babel, sempat singgah lagi sebelum masuk waktu sholat Isya di Masjid Kolong Hijau dalam perjalanan menuju rumah dinas (rumdin).

“Saya pertama kali ketemu di Masjid Kolong hijau, perasaan hati saya langsung sejuk melihat pimpinan saat itu menyambangi masjid. Jadi, kalau ada tugas luar mendampingi beliau, kita gak pusing-pusing nyari masjid karena beliau selalu mampir ke masjid jika waktu sholat tiba, sehingga kita langsung mengikuti,” tuturnya.

Semasa menjabat sebagai Kapolda Babel, sambungnya, Ketua Tim Pamatwil NTT tersebut langsung membuat surat edaran yang berisi bahwa personel yang beragama Islam harus segera menuju ke masjid 15 menit sebelum waktu sholat tiba.

“Semua giat harus berhenti dan harus menuju masjid terdekat. Apalagi kalau saya ijin tengok keluarga ke Bandung, beliau selalu menjawab silahkan dan ini yang membuat hati saya tentram di perjalanan,” ungkapnya.

Dia mendoakan almarhum Syaiful Zachri semoga husnul khotimah dan memperoleh maghfiroh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan tetap tabah, sabar dan ihlas menerima takdir Nya. (bis/10)

Related posts