Sektor Pariwisata Bisa Percepat Pertumbuhan Ekonomi

  • Whatsapp

Wagub: Kontribusi Pariwisata Baru Tujuh Persen

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) mendorong masyarakat untuk bergerak di sektor pariwisata dengan memanfaatkan potensi yang ada. Meskipun saat ini, sektor pariwisata baru berperan sekitar tujuh persen bagi perekonomian Babel, namun kedepan diharapkan akan lebih meningkat.

“Kalau sekarang memang baru tujuh persen, tetapi sektor pariwisata ini mampu menggerakkan sektor lainnya seperti UMKM dan lainnya dan geliat ini akan terus meningkat. Kita optimis sektor ini akan berperan besar dalam PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dan perekonomian di Babel,” kata Wagub Babel Abdul Fatah, belum lama ini.

Dia mengakui, saat ini masyarakat pola pikir masyarakat masih berada di tengah-tengah, karena kepentingan mengenai sandaran hidupnya yang pada saat ini masih bersandar pada tataran tertentu.

“Ada tiga, ada bergerak karena tambang masih ada, sektor kelautan perikanan, pertanian perkebunan dan pariwisata, ini secara keseluruhan kalau satu sisi misalnya tambang berapa lama, kalau tidak ada harapan maka akan terkonsentrasi pada pilihan lainnya, sektor mana yang akan dilirik masyarakat adalah tiga tadi,” katanya.

Ia melihat untuk sektor pariwisata, selain ditetapkanya KEK pariwisata Tanjung Kelayang, pemerintah provinsi juga mendorong munculnya KEK pariwisata di Pulau Bangka yang sudah diusulkan oleh dua pengusung dan tinggal menunggu keputusan saja.

“Pariwisata ini akan membuka ruang percepatan pertumbuhan ekonomi. Secara keseluruhan kita melihat bahwa untuk Babel yang juga pariwisata merupakan hal strategis dan Babel terus memacu dengan melahirkan beberapa kawasan, selain KEK Tanjung Kelayang ini,” jelasnya.

Sektor turunan dari pariwisata, seperti UMKM lanjut dia, juga harus digerakkan dengan memberikan pelatihan motivasi dan dorongan untuk lebih baik lagi dalam mendukung sektor pariwisata, seperti industri kreatif untuk berbagai macam suvenir dan mendorong pelaku usaha untuk bisa tersertifikasi.

“Kompetensi pelaku di bidang pariwisata harus ditingkatkan, pemprov ingin pelaku memiliki standar nasional. Dari 4.000 orang yang baru miliki sertifikasi 500-an saja, ini masih perlu didorong agar bersertifikat, perlu kerja sama dengan berbagai pihak,” sebut Fatah. (nov/10)

Related posts