Sekolah Libur karena Corona, Belasan Pelajar Malah Asyik Main Game di Warnet

  • Whatsapp
Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman bersama anggota Pol PP saat merazia warnet, Senin (23/3/2020). (foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang meliburkan aktivitas sekolah selama 14 hari sebagai langkah pencegahan virus corona atau covid-19.

Libur yang seharusnya digunakan pelajar untuk belajar di rumah ternyata tidak diindahkan oleh sejumlah pelajar. Mereka malah keluyuran dan bermain game di warung internet (warnet).

Saat Polres Pangkalpinang bersama Satpol PP melakukan razia di sejumlah warnet di daerah itu, Senin (23/3/2020), didapati 13 pelajar setingkat SMP yang sedang bermain game. Tak ayal, belasan pelajar tersebut kemudian diangkut ke Polres Pangkalpinang untuk didata dan diberikan imbauan.

“Diberikan surat peringatan dan perjanjian untuk tidak diulangi lagi, mereka harusnya belajar di rumah bukannya bermain warnet. Kami juga panggil orang tua masing-masing pelajar ini untuk menjemput anaknya di Polres Pangkalpinang,”kata Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana kepada wartawan di Mapolres Pangkalpinang.

Baca Lainnya

Anggota Polres Pangkalpinang dan Pol PP, menurut kapolres, menyasar warnet-warnet di Kota Pangkalpinang lantaran tempat tersebut ramai dan sangat rentan tertular penyakit, karena keyboard dan mouse komputer banyak yang memakai.

“Ini dalam rangka mencegah dan antisipasi penyebaran virus corona, para pelajar dirumahkan itu bukan untuk digunakan jalan-jalan tetapi harus belajar di rumah,” katanya.

Sementara itu, Yuli orang tua siswa yang terjaring razia mengatakan sering memberikan informasi terkait corona, bahkan sudah melarang anaknya keluar rumah untuk bermain maupun kumpul-kumpul dengan temannya.

“Setiap malam diberi tahu adanya himbauan dari pemerintah, siswa dirumahkan belajar di rumah, tadi sudah membuat surat perjanjian tidak mengulangi lagi kesalahannya,” ujar Yuli.

Sedangkan GM, salah seorang siswa SMP mengaku saat diliburkan dirnya langsung berlibur ke warnet, tidak mendengar arahan orangtua maupun guru. “Langsung ke warnet, kumpul dan bermain sama teman-teman,” katanya. (ist)

Related posts