Sebab Kematian Dina Masih Misteri

  • Whatsapp
Tim Kedokteran Forensik Mabes Polri bersama Tim Inafis Polda Babel dan Inafis Polres Pangkalpinang usai mengotopsi jenazah Dina di ruang Kamar Jenazah RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. (foto: Bambang)

Otopsi Belum Membuahkan Hasil

PANGKALPINANG – Otopsi yang dilakukan oleh Tim Kedokteran Forensik Mabes Polri bersama dengan Tim Inafis Polda Kepulauan Bangka Belitung dan Inafis Polres Pangkalpinang terhadap jenazah Dina—wanita yang tewas mengenaskan di dalam rumah kontrakan, hingga kini belum membuahkan hasil.
Otopsi mayat perempuan berusia 25 tahun tersebut dilakukan pada Selasa (4/7/2017) di ruang Kamar Jenazah RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang yang dimulai sekitar pukul 20.30 hingga pukul 23.30 WIB. Proses otopsi pun berlangsung lancar, tanpa kendala.
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Noveriko A Siregar ditemui Rakyat Pos menyatakan belum bisa membeberkan secara detail hasil otopsi jenazah perempuan yang ditemukan tewas di dalam kontrakan nomor 21 di Jalan Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang itu.
“Hari ini kita melaksanakan otopsi terhadap mayat perempuan yang ditemukan pada hari Minggu pagi. Otopsi ini barus selesai kita lakukan,” katanya.
Sambung mantan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kep. Babel itu, hasil otopsi mayat Dina akan dibawa langsung ke Laboratorium Forensik Polri di Palembang.
“Hasil otopsi ini nantinya mereka (Tim Inafis) bisa mengetahui penyebab kematian korban. Tetapi, untuk hasilnya memakan waktu beberapa hari kedepan,” ungkapnya.
Noveriko mengaku, belum bisa menyampaikan kesimpulan sementara hasil otopsi mayat perempuan itu.
“Untuk sementara belum bisa saya sampaikan. Proses otopsi ini berjalan lancar dan tidak ada hambatan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang kita lakukan,” bebernya.
Dia mengharapkan keluarga maupun masyarakat yang ingin mengetahui hasil otopsi Dina diminta untuk bersabar lantaran hasil otopsi tersebut harus dikirim dulu ke laboratorium untuk diuji.
“Hasilnya belum bisa saya sampaikan. Intinya kita menunggu dulu hasil otopsi secara tertulis dan mungkin baru bisa kita sampaikan penyebab kematian korban,” pungkas Noveriko.
Sebelumnya diberitakan sejumlah warga Jalan Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung, Minggu pagi (2/6/2017) heboh. Bagaimana tidak, seorang perempuan pendatang asal Bandung, Provinsi Jawa Barat bernama Dina (25), ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar sebuah rumah kontrakan di jalan itu.
Wanita ini juga didapati sudah membusuk dan dihinggapi belatung di dalam kontrakan temannya bernomor 21 yang juga pendatang warga Serang, Provinsi Banten. Temannya itu saat ini tengah pulang mudik lebaran.
Dina, perempuan berkulit hitam berambut pirang ini ditemukan dalam posisi telungkup dan bersimbah darah, hanya mengenakan celana dalam warna hitam saja. Tubuh telanjangnya yang sudah membengkak, dibaluti selimut biru bermotif bunga dengan alas tidur selimut berwarna pink ketika ditemukan.
Menurut keterangan Erwin tetangga korban, dirinya sudah beberapa hari belakangan mencium bau tidak sedap dari dalam rumah kontrakan yang berbaris panjang tersebut. Setelah diminta pemilik kontrakan untuk mencari tau asal bau itu, Erwin terkejut saat melihat jendela rumah yang ditempati korban terdapat bagian kaki wanita yang sudah membengkak, dipenuhi belatung dan lalat di dalam rumah.
“Mencium bau tak sedap, lalu saya mengintip melalui jendela samping kontrakan dan melihat koraban sudah tergeletak di lantai kamar. Melihat hal tersebut saya lagsung menghubungi pemilik kontrakan dan Polres Pangkalpinang,” jelas Erwin.
Didapat keterangan, wanita yang ditemukan tewas ini baru sekitar satu bulan lebih tinggal di kontrakan itu bersama temannya yang sedang mudik. Warga sekitar mengaku sering melihat wanita ini pulang larut malam bahkan subuh karena diduga bekerja di lokalisasi.
Tim dari Inavis Polda Babel, beserta Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pangkalpinang dan Polsek Bukit Intan kemudian datang ke lokasi, melakukan Olah TKP. Polisi mengambil sejumlah barang pribadi milik korban untuk kepentingan penyidikan.
Kapolres Pangkalpinang didampingi Kasat Reskrim AKP Saleh yang hadir di lokasi memberikan keterangan bahwa indikasi awalnya ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Untuk lebih lanjutnya penyebab kematian korban akan dilakukan otopsi agar diketahui sebab tewasnya korban akibat pembunuhan sembari Polisi berupaya mencari pelakunya. (bis/1)

Related posts