SD Negeri 30 Pangkalpinang Lepas 47 Peserta Didik

  • Whatsapp
Kepala SD Negeri 30 Pangkalpinang, Hj.Asnana memberikan ucapan selamat kepada peserta didik pada acara Pelepasan Peserta Didik Kelas VI Tahun 2018/2019 (foto: istimewa)

PANGKALPINANG- SD Negeri 30 Kota Pangkalpinang menggelar acara kegiatan akhir tahun dan pelepasan peserta didik kelas VI tahun 2018/2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan Sabtu, 22 Juni 2019 bertempat di halaman SD Negeri 30 Pangalpinang.

Acara yang bertajuk “Kuncup di Pertemuan, Mekar di Perpisahan, dengan tema induk “ Terima Kasih Guruku “, boleh dibilang sangat meriah dan sukses, selain dihadiri oleh seluruh orangtua/wali murdi, peserta didiik kelas I sampai VI, juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Darwin, Pengurus Komite, Pengawas Sekolah, serta undangan lainnya seperti dari BNN Kota Pangkalpinang, dan juga masyarakat sekitar sekolah.

Selain melepas 47 peserta didik kelas VI tahun 2018/2019, acara diisi berbagai atraksi kesenian yang disuguhkan oleh peserta didik dari kelas I sampai kelas V, sebagai apresiasi prestasi yang telah mereka peroleh selama tahun 2018/2019.

Dari atraksi kesenian yang ditampilkan dua diantaranya merupakan kreasi dari Guru SD Negeri 30 Pangkalpinang, Siti Sekar Melati. Diantaranya adalah tari “Senam Cuci Tangan Pakai Sabun “ yang merupakan perpaduan atara tarian dan senam yang menggambarkan cara yang benar dalam 7 langkah mencuci tangan pakai sabun. Tari ini sempat memperoleh Juara I tingkat Kota Pangkalpinang tahun 2019.

Selain itu ada Tarian Smaphore, yaitu aksi pengiriman berita dengan bendera smaphore yang dikemas dalam bentuk tarian. Tarian ini juga berhasil menyabet juara II tingkat Provinsi di tahun 2018.

Kepala SD Negeri 30 Pangkalpinang Hj. Asnana menuturkan acara tersebut dilaksanakan selain untuk melepaskan dan menyerahkan peserta didik kembali kepada orangtua, juga sebagai ajang apresiasi terhadap prestasi sekolah selama satu tahun .

“Kesempatan ini kita jadikan momentum agar orangtua peserta didik tau apa yang dilakukan sekolah selama satu tahun,” kata Asnana dalam sambutannya.

Asnana dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa prestasi sekolah pada kurun waktu 2018/2019, seperti juara I Perpustakaan Sekolah, juara I Keindahan Sekolah, juara I Sekolah Sehat, Sekolah Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak dan lain-lainnya.

Atas nama kepala sekolah dan juga guru, Asnana menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua dan wali murid yang hadir dalam acara perpisahan tersebut.

“Saya menyampaikan permohonan maaf saya dan juga guru-guru SD Negeri 30 Pangkalpinang jika selama mendidik putra-putri bapak dan ibu dalam kurun waktu enam tahun bahkan ada yang sampai delapan tahun, terdapat hal hal yang tidak berkenan, kami mohon dimaafkan, karena tujuan kami semata mata untuk mendidik putra-putri bapak ibu sekalian, agar menjadi lebih baik,“ ungkap Asnana mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Darwin mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya terhadap kepala sekolah dan guru SDN 30 Pangkalpinang, yang sudah dapat menyelenggarakan acara yang cukup meriah. “Acara ini sangat baik dijadikan tradisi tahunan oleh setiap sekolah,“ kata Darwin.

Selanjutnya, dia juga menyampaikan bahwa antara orangtua, guru dan peserta didik harus bersinergi untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu pendidikan karakter yang berkualitas. Menyinggung masalah nilai USBN, Darwin menyebutkan bahwa, nilai USBN yang tinggi bukanlah jaminan bagi anak-anak kita untuk meraih sukses dimasa mendatang.

“Namun keberhasilan guru dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepribadian, sangat besar pengaruhnya untuk menentukan kesuksesan mereka dalam menggapai masa depan yang lebih cemerlang nantinya. Nilai USBN yang kecil bukan berarti gagal total,“ ungkap Darwin.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Nur Hasan menyampaikan ungkapan rasa terma kasih kepada semua pendidik di SD Negeri 30 Pangkalpinang, karena telah membantu mendidik anak mereka dari yang tidak tau angka dan huruf sehingga bisa baca tulis dan berhitung.

Selain itu, lanjut dia, tidak jarang guru yang memiliki peran lebih dari orangtua, termasuk hal-hal yang sangat pribadi, misalnya menuntun ke kamar kecil, bahkan membersihkannya.

“Kami atas nama orang tua memohon ampun dan keihlasan dari bapak ibu guru sekalian, jika ada tingkah laku anak anak kami menyakiti perasaan bapak ibu guru sekalian, selama mendidik mereka. Dan kami doakan semoga apa yang telah ibu bapak guru berikan akan menjadi amal ibadah yang diterima disisi Allah SWT, Aamiin,“ tutup Nur Hasan. (rls/10)

Related posts