Satu Jam, 50 Kg Cabai Ludes Terjual

  • Whatsapp
Masyarakat saat membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar murah yang digelar Dinas Pangan Babel, di Taman Kota Sungailiat, Selasa (6/8/2019). (foto: Riski Yuliandri)

SUNGAILIAT- Sebanyak 50 kilogram cabai habis terjual dalam waktu satu jam pada pasar murah yang diselenggarakan Dinas Pangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) di Taman Kota Sungailiat, Selasa (6/8/2019). Tak hanya menjual cabai, di pasar murah ini turut menjual sejumlah bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha.

Kabid Distribusi Dinas Pangan Babel, Budi Setiawan mengatakan harga cabai yang dijual di pasar murah tersebut jauh dibawah harga pasaran saat ini. Per kilonya kata dia dijual seharga Rp50 ribu lebih murah dari harga pasar yang saat ini mencapai Rp85 ribu.

Dia mengatakan cabai tersebut dibeli langsung dari petani yang ada di Belinyu dan kemudian langsung dijual ke warga. Hal tersebut, kata Budi, untuk memotong atau memangkas jalur perdagangan cabai dari petani ke masyarakat.

“Kita langsung ambil dari petaninya jadi lebih murah. Bisanya kalau sudah sampai di pasar itu sudah banyak tangan, jadi harganya tinggi. Misalkan beli cabai dari petani 40 ribu per kilo, terus dijual lagi ke pihak distributor 50 ribu, jual lagi ke distributor lainnya dan sampai ke pasar sudah 80 lebih ribu,” terangnya.

Selain cabai, Budi mengatakan pihaknya juga mendatangkan distributor besar lainnya untuk menjual berbagai bahan pokok sehari-hari dengan harga murah untuk menstabilkan harga yang dijual di pasar diantaranya beras, minyak goreng, ayam hingga daging.

“Harganya juga lebih murah dari pasar karena kita datangkan langsung distributor besarnya jadi bukan dari sub agennya lagi,” ujar Budi.

Operasi pasar murah tersebut, dia menjelaskan untuk membantu masyarakat karena harga-harga sembako yang ditawarkan berdasarkan harga distributor dan untuk menstabilkan harga-harga di pasar.

“Tujuan kita membantu masyarakat, inikan menghadapai hari raya biasanya harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Dengan adanya pasar murah ini harga yang diberikan berdasarkan harga distributor,” ungkap Budi. (mla/10)

Related posts