Satpol PP Hajar TI di Areal Cetak Sawah

  • Whatsapp

Empat Petak Persawahan Tercemar Limbah
Pemilik Diminta Bongkar Peralatan Tambang

PAYUNG – Satpol PP Pemkab Bangka Selatan mengerahkan kekuatan penuh dalam operasi gabungan penertiban tambang inkonventional (TI) dekat areal cetak sawah Desa Ranggung dan Desa Irat, Kecamatan Payung.

Muat Lebih

Razia yang digelar bersama anggota Koramil dan Polsek Payung, Senin (5/8/2019) sekira pukul 13.00 WIB, dilakukan menindaklanjuti laporan empat petak persawahan di dua desa tersebut tercemar limbah tambang.

Kasat Pol PP Basel Rudi Kurniawan melalui Kabid Tibum, Untung Sridadi mengungkapkan di cetak sawah di Desa Ranggung, ditemukan lima ponton TI namun hanya 1 unit beroperasi. Sedangkan di areal cetak sawah Desa Irat didapati ada enam ponton TI.

Aktivitas dua lokasi penambangan ini, berada dalam satu kawasan areal cetak sawah yang dialami air sungai yang sama. Dia mengatakan, 30 personel Satpol PP Basel diterjunkan dalam operasi kali ini.

“Pada hari Minggu, kita dapat informasi dari Pak Samsir (Anggota DPRD Basel) ada aktivitas penambangan timah ilegal di lokasi tadi. Makanya kemarin, kita bersama-sama juga dengan Ketua Gapoktan serta masyarakat Desa Ranggung dan Desa Irat dan 2 orang dari dinas pertanian tertibkan tambang itu,” imbuhnya, Selasa (6/8/2019).

Untung menegaskan, akibat aktivitas pertambangan ilegal membuat persawahan empat petak dalam areal cetak sawah pada dua desa tadi tercemar limbah. Sehingga, pihaknya langsung mengatensikan kepada para penambang untuk membongkar peralatan mesin tambangnya.

“Mereka masih kita berikan toleransi untuk membongkar peralatan tambangnya. Hanya, kami tidak mau lagi ada aktivitas dan di deadline untuk mengangkut seluruh peralatan tambang sampai dengan hari ini. Pontonnya dibongkar dan dibawa keluar,” pinta Untung Sridadi.

Padahal, kata Untung, sekitar tiga bulan lalu pihaknya telah melayangkan surat peringatan tertulis tegas untuk para penambang tidak lagi beroperasi di lokasi tersebut. Bilamana deadline waktu sampai hari ini tidak diindahkan, pihaknya akan membongkar paksa dan menyita peralatan tambang itu.

“Setelah kami tanyakan dengan masyarakat Irat yang ada ponton TI di areal cetak sawah itu, mereka katanya sudah beroperasi kurang lebih satu tahun. Makanya saya dan orang dari pertanian heran, mereka akan mempertanyakan hal ini ke PPL pertanian,” ucapnya.

“Pada tutup mata atau gimana kan. Pertanian akan mengkroscek dulu kok sudah satu tahun beroperasi PPL pertanian tidak melapor. Atau tidak mengetahui, kalau itu tupoksi mereka sebagai PPL, pengawas pertanian di desa yang ditugaskan, diberi tahulah dengan pihak dinas,” sambung dia.

Terpisah, Anggota DPRD Basel Samsir mengapresiasi penertiban TI yang dilakukan Satpol PP Basel.

“Lahan cetak sawah itu lahan berkelanjutan dilindungi perda, meski hasilnya belum maksimal dan tidak boleh ditambang, Komisi I berharap Satpol PP aktif melakukan penegakan perda secara persuasive serta tindakan adminitratif terhadap masyarakat yang melanggar perda,” tutupnya. (raw/6)

Pos terkait