Satpol PP Bangka Tegaskan Belum Perlu Senpi

  • Whatsapp
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bangka, Ahmad Suherman

SUNGAILIAT – Penggunaan senjata api bagi personel Satpol PP Kabupaten Bangka dirasa belum diperlukan. Hal tersebut ditegaskan Kabid Penegakan Perda Satpol PP Bangka, Ahmad Suherman.

Menurutnya permasalahan penertiban dan penegakan peraturan daerah di wilayah Kabupaten Bangka masih bisa diatur ataupun ditertibkan secara baik-baik tanpa harus ada kontak fisik yang berlebihan.

“Untuk daerah tertentu yang rawan tentu perlu, tapi Satpol PP Bangka sendiri belum diperlukan. Permasalahan penertiban terutama tambang ilegal ini kalau masyarakat Bangka kita mudah diatur dan ditertibkan,” ungkap Suherman, Jumat (20/9/2019).

Namun, kata dia, memang ada beberapa permasalahan yang harus dipecahkan oleh Satpol PP sehingga masih ada aktivitas pelanggaran hukum yang terjadi dan terus berulang.

“Yang sulit itu ada pihak-pihak tertentu mengatasnamakan institusi atau beking ini yang jadi masalah dan membuat permasalahan ini gak selesai terlebih lagi atas nama perut tetapi kenyataannya ingin memperkaya diri,” terangnya.

Suherman mengatakan pihaknya akan meminta bantuan kepolisian dan TNI jika memang ada potensi yang membahayakan anggotanya saat bertugas.

“Sesuai aturan Permendagri Nomor 26 tahun 2010 senjata Pol PP hanya boleh senjata api gas air mata dan peluru hampa. Senjata semprot air mata kurang berbahaya karena bersifat untuk melumpuhkan dan menghalau masa saja dan itu juga belum perlu di daerah kita ini,” jelasnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa Satpol PP Bangka sendiri sempat dipersenjatai senjata api sebanyak dua pucuk pada tahun 2003 sampai 2013 lalu.

“Dulu kita pernah menggunakan senjata api, tapi sejak keluar Permendagri Bomor 26 tahun 2010 tentang senjata Satpol PP hanya boleh senjata api gas air mata dan peluru hampa jadi pistolnya ditarik,” ungkap Herman.(mla/10)

Related posts