Santun & Bijaksana Adalah Ciri Khas Melayu

  • Whatsapp
Hudarni Rani saat melakukan Sosialisasi Pilar Kebangsaan di SMAN 1 Toboali Selasa (21/2/2017).(foto: raw).

Hudarni Sosialisasi di Toboali

TOBOALI – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Bangka Belitung (Babel) Hudarni Rani menggelar sosialisasi pilar kebangsaan di SMAN 1 Toboali Selasa (21/2/2017). Mantan Gubernur Babel ini, saat tiba langsung disambut dengan tarian melayu oleh siswi SMAN 1 Toboali.

“Saya merasa bangga disambut dengan tarian melayu. Ciri khas melayu adalah ciri khas yang santun dan bijaksana. Nanti dokumentasinya akan saya sampaikan pada saat paripurna di MPR nanti,” ucap Hudarni saat membuka sambutan pada sosialisasi tersebut yang disambut tepuk tangan para peserta.

Ia menyebutkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan ini merupakan salah satu tugasnya sebagai Anggota MPR RI untuk memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sosialisasi ini, merupakan salah satu tugas saya sebagai Anggota MPR RI. Sosialisasi pilar kebangsaan mulai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan perekat kehidupan berbangsa dan bernegara, guna menjaga keutuhan NKRI, muaranya adalah kesejahteraan melalui proses pembangunan. Salah satu kunci kesejahteraan adalah pendidikan dan kesehatan, anak-anak jangan putus sekolah, jangan berkelahi, tunjukan ciri khas melayu, santun bertutur kata serta bijak sana. Mari ikuti sosialisasi ini, terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan sampaikan pula kepada orang tua serta teman-teman di lingkungan rumah,” ujar Hudarni.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Toboali, Aspadi mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPD RI Hudarni Rani beserta Staf Ahli, Ekawati Justiar dan Djulaili Romli yang bersedia menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di SMAN 1 Toboali.

Ia berharap sosialisasi ini, dapat memberikan wawasan kepada para siswa serta staf dan pengajar di sekolahnya. “Bukan hanya wawasan saja, tetapi juga dapat memaknai serta melaksanakannya. Kita prihatin dengan berita-berita di media sosial saat ini. Melalui sosialisasi ini, kita harapkan para peserta mendapatkan informasi yang jelas, mendapatkan ketenangan guna menjaga keutuhan NKRI kita,” kata Aspadi.

Sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Kajari Bangka Selatan, Pramono Mulyo dan Dekat Fakultas Sospol UBB, Ibrahim. Pramono pada kesempatan itu menyampaikan materi Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk memperkuat wawasan nusantara.

Sementara Ibrahim memaparkan materi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Pada hari yang sama, Hudarni juga menggelar kegiatan Dengar Pendapat di Gedung Nasional Toboali. Acara Dengar Pendapat tersebut, mengusung tema Penegasan Bhineka Tunggal Ika sebagai Perekat Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara untuk memperkuat Wawasan Nusantara. (raw/3)

Related posts