by

Santoso Kabur belum Juga Ditangkap

-NEWS-130 views
Santoso

Polres Bangka Terjunkan Tiga Tim

SUNGAILIAT – Dua hari sudah Santoso (21), tersangka kasus percobaan pencurian yang berhasil kabur dari dalam sel tahanan Mapolres Bangka, belum ditangkap aparat kepolisian. Warga Jalan Syafri Rahman, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah ini, belum diketahui keberadaannya sejak kabur dari tahanan sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (4/12/2017).
Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Bangka, Kompol Ridwan Raja Dewa saat dikonfirmasi Senin (5/12/2017) mengaku, pihaknya terus melakukan pengejaran terhadap tersangka Santoso.
“Pengejaran terus dilakukan walaupun belum membuahkan hasil,” katanya.
Dalam pengejaran tersebut, kata dia, Polres Bangka menerjunkan 3 tim yang dipimpin oleh Kepala Unit Buser dan Kepala Satuan Intelkam Polres Bangka.
Wakapolres yakin, saat ini tersangka Santoso masih berada di sekitaran Kabupaten Bangka dan bersembunyi dalam pelariannya.
“Mudah mudahan dalam waktu dekat tersangka ini sudah berhasil ditangkap kembali,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Santoso diketahui mempermalukan jajaran Polres Bangka setelah
berhasil kabur dari sel tahanan Markas Polisi Resort (Mapolres) Bangka, Senin dini hari disaat seisi Polres Bangka tertidur lelap.
Tersangka kasus percobaan pencurian dengan TKP di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka itu berhasil kabur melawati atap gedung mapolres. Ia kabur setelah menjebol asbes atau atap sel tahanan mapolres dengan terlebih dahulu membuat lubang dan jalan di dalam plafon gedung.
Menurut sumber di mapolres, kaburnya Santoso baru diketahui saat pagi hari, tepatnya ketika petugas mendata para tahanan. Tak pelak seisi Mapolres Bangka geger, mengetahui Santoso tidak lagi berada di dalam tahanan.
Mapolres pun mendadak sepi dari pagi hingga sore hari. Sejumlah anggota Polres, diperintahkan untuk menyebar mencari keberadaan Santoso yang hingga tadi malam belum juga ditemukan.
Apesnya, 2 orang petugas jaga sel harus menanggung akibatnya. Setelah didatangi anggota Propam Polda Bangka Belitung siang kemarin, kedua anggota Tahti ini pun disel di tahanan Mapolres Bangka.
“Ada lobang di asbes dekat Ruangan Tahti. Lobang kecil. Seperti cukup untuk tubuhnya (Santoso-red) yang juga kecil. Cuma dia sendiri yang berhasil kabur. Yang lain gak ikut-ikutan. Siangnya Provos Polda pun datang memeriksa dan dua petugas jaga sel saat ini masih diberikan hukuman kurungan,” ungkap sumber tersebut.
Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel), Brigjen Pol Syaiful Zachri, mengakui pelarian Santoso tersebut dan meminta tersangka menyerahkan diri.
“Ya, memang betul. Kita sedang upayakan penangkapan kembali dan kita upayakan yang bersangkutan supaya bisa sadar dan menyerahkan diri karena nanti pasti tertangkap,” katanya ditemui Rakyat Pos ketika menuju ke kendaraan dinasnya, Senin (4/12/2017) sore.
Kapolda menegaskan, akan segera mengevaluasi kinerja aparat Polres Bangka dengan adanya tahanan yang berhasil meloloskan diri dari dalam sel rutan.
“Kita juga akan evaluasi, baik itu kesiapan anggota yang piket maupun kondisi bangunannya itu, termasuk dari mana itu dia kok bisa menjebol. Itu pasti mungkin itu ada bantuan dari luar, dan itu juga akan kita telusuri,” tegasnya.
Brigjen Pol Syaiful Zachri memerintahkan aparat kepolisian untuk segera menangkap kembali Santoso dan mengintruksikan petugas agar lebih waspada lagi dalam menjalankan tugas.
“Untuk tahanan yang kabur ini ada satu orang di Polres Bangka, kemungkinan kasus pencurian. Dengan adanya tahanan kabur ini, diharapkan ke depannya kewaspadaan sama persiapan bangunannya itu agar lebih kokoh lagi,” imbuhnya.
Mengenai petugas yang lalai dalam menjalankan penjagaan terhadap tahanan, kapolda menyebutkan oknum polisi itu akan diberikan sanksi hukuman disiplin dan lainnya.
“Kalau tahanan yang kabur itu memang dari kelalaian anggota yang jaga, tentu akan kami lihat kriterianya seperti apa dan bisa saja hukuman kedisiplinan dan hukuman lain,” pungkasnya.
Santoso yang diamankan polisi Rabu petang (22/11/2017) lalu. Ia ditangkap warga, setelah kepergok hendak melakukan aksi pencurian bersama seorang rekannya yang juga DPO. Santoso sempat dikepung ratusan warga dan nyaris dihakimi massa, usai kepergok bersembunyi di bagian loteng rumah pribadi milik Jonnie alias Ajon (37) warga setempat.
Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi yang berada di pinggir jalan dan siap-siap menghajar pelaku. Beruntung, setelah dua jam dilakukan evakuasi, Santoso langsung dilarikan ke Mapolres Bangka untuk menghindari amukan warga. (2nd/1)

Comment

BERITA TERBARU