Sanggar Arzila Kemuja Gelar Workshop Kembangkan Produk Lokal “Beras Aruk”

  • Whatsapp


RAKYATPOS.COM, MENDOBARAT – Sanggar Arzila Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Workshop pembuatan Beras Aruk bekerjasama dengan PKK Desa Kemuja bertema “Dalam Rangka Mengembangkan Produk Lokal Desa Kemuja serta Menciptakan Re-Generasi yang Cinta Produk Lokal di Era Milenial”.

Peserta workshop adalah anggota Sanggar Arzila dan PKK Kemuja dilaksanakan pada Selasa (14/7/2020) di Sekretariat Sanggar Arzila Kemuja Kecamatan Mendo Barat.

Ketua KWT “MAJU” Desa Kemuja Suryani dalam diskusinya menyampaikan Beras Aruk merupakan beras berasal dari olahan ubi kayu yang diolah melalui proses, sehingga menjadi butiran ubi mirip dengan beras padi.

“Beras aruk ini mempunyai tekstur rasa yang khas dan juga bisa direkomendasikan bagi para penderita diabetes militus atau penyakit gula dan darah tinggi karena memiliki kadar gula yang rendah. Pada kegiatan ini proses pembuatan beras aruk tersebut langsung dikomando oleh Ibu Suryani yang merupakan Ketua KWT MAJU Desa Kemuja,” ujarnya, Selasa (14/07/2020).

Baca Lainnya

Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan itu sangat penting karena di-era milenial ini banyak anak-anak muda khususnya di Desa Kemuja belum mengetahui keberadaan beras aruk yang merupakan pangan khas lokal dan sudah dibawa ke kancah nasional untuk mengikuti kompetisi produk olahan dari umbian.

“Alhamdulillah kita dari KWT MAJU Desa Kemuja pernah diundang ke Istana Presiden untuk mengikuti pameran produk olahan dari umbian. Dengan adanya kegiatan ini, saya berharap ada generasi yang bisa mengembangkan kembali beras aruk,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sanggar Arzila Kemuja, Aditya Abrifa menambahkan kegiatan tersebut untuk menciptakan generasi dalam pembuatan beras aruk agar pemuda-pemudi desa terus mengembangkan dalam ranah lebih luas produk pangan lokal desa dan meningkatkan lagi kebiasaan masyarakat makan beras aruk.

“Beras aruk ini merupakan potensi pangan tradisonal yang bagus sebagai pengganti beras walaupun dari segi harga, beras aruk lebih mahal dari beras padi layaknya daerah kepulauan lainnya mengalami keterbatasan dalam pasokan pangan khususnya beras dari padi. Dengan kondisi ini, keberadaan pangan alternatif, seperti beras aruk sangat cocok sebagai pengganti beras kebutuhan pokok masyarakat Bangka Belitung,” ungkapnya. (ran).

Related posts