Samsul Bahri tak Diikutkan Pemeringkatan Caleg Terpilih

  • Whatsapp

Putusan Inkrah Pengadilan Tinggi Babel
Tidak ada Unsur Sentimen Apapun
Samsul akan Gugat ke PTUN

TOBOALI – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bangka Selatan telah melayangkan Berita Acara tidak diikutsetakan dalam pemeringkatan calon terpilih kepada caleg Samsul Bahri. Berita acara ini, merupakan hasil pleno terhadap tindak lanjut putusan inkrah Pengadilan Tinggi Babel.

Demikian dikatakan Komisioner KPUD Basel, Rahmad Nadi didampingi Komisioner Muhidin dan Hery, Rabu (10/7/2019). “Berita acara ini telah disampaikan ke DPC Gerindra Basel pada tanggal 1 Juli lalu. KPUD menindaklanjuti hasil putusan pengadilan tinggi yang sudah inkrah,” ujar Rahmad.

Menurutnya, tidak ada unsur sentimen apapun dalam menangani kasus yang dialami Wakil Ketua DPRD Basel tersebut. Bilamana nantinya akan dilanjutkan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan menyatakan Samsul Bahri menang, KPU akan segera menindaklanjuti hasilnya.

Terpisah, caleg DPC Gerindra Dapil 1 nomor urut 1 ini menegaskan, akan mengambil langkah hukum terhadap keputusan KPUD Bangka Selatan.

Samsul membenarkan telah menerima surat dari KPU Basel berupa berita acara tidak diikutsertakan dirinya dalam pemeringkatan calon terpilih untuk suara terbanyak partai.

“Iya, kita sudah terima surat dari KPU Basel terkait perihal di atas. Sebagai pihak yang dirugikan atas keputusan tersebut, kita akan mencari keadilan hukum sesuai dengan hukum UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” ungkapnya.

Keadilan hukum lainnya yang akan ditempuh oleh Samsul sesuai perundang-undangan yang berlaku. Dia berharap, semoga keadilan hukum dapat dibuktikan dan berlaku kepada siapa saja.

“Insya Allah akan didaftarkan ke PTUN secepatnya, akan kita lanjutkan dengan menempuh jalur tersebut. semoga keadilan hukum dapat dibuktikan dan berlaku kepada siapa saja,” jelas pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Basel ini.

Sebelumnya, Calon Anggota DPRD Bangka Selatan Partai Gerindra, Samsul Bahri divonis 3 bulan dengan masa percobaan 6 bulan. Selain itu, Samsul yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Basel ini didenda Rp 1 juta atau subside 1 bulan.

Vonis ini lebih rendah dibandingkan putusan Pengadilan Negeri Sungailiat selama 6 bulan. Pada sidang tuntutan, Samsul yang saat ini Wakil Ketua DPRD Basel ini dituntut 2 bulan penjara.

Dalam amar putusannya, Samsul Bahri dijerat Pasal 521 junto Pasal 280 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 bulan dan denda sejumah 1.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak di bayar di ganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan. Memerintahkan pidana tersebut, tidak perlu di jalani, kecuali dikemudian hari terdakwa dengan putusan hakim, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebelum, lalu tempo masa percobaan yang lamanya enam bulan,” ujar Kasi Pidum Kejari Basel Deny, menyampaikan isi putusan.

Samsul Bahri terbukti melanggar Pidana Pemilu membawa mobil Dinas BN 8 E pada saat kegiatan kampanye Caleg DPR RI Gerindra Kobalen. (raw/3).

Related posts