Sampah Kota Pangkalpinang Memprihatinkan

  • Whatsapp
SAMPAH MENUMPUK – Beginilah kondisi sampah yang menumpuk di salah satu sudut Kota Pangkalpinang, kemarin. Sampah ini dibuang sembarangan oleh warga di pinggiran jalan tanpa memikirkan estetika lingkungan. Slogan Pangkalpinang Kota Seribu Senyum pun menjadi tercoreng. (Foto: M. Ropi)

Warga Resah Timbulkan Wabah Penyakit
Miris, Masyarakat Buang Sampah Sembarangan
DLH Akui Terkendala Anggaran

PANGKALPINANG – Slogan Pangkalpinang sebagai ‘Kota Seribu Senyum’ yang disematkan oleh Walikota Pangkalpinang, Maulan Akil, agaknya sedikit tercoreng.

Wajah kota seribu senyum justru diwarnai dengan aroma bau tak sedap bersumber dari tumpukan sampah yang berserakan di berbagai sudut kota.

Mirisnya, sejak usai lebaran Idul Fitri lalu tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang di tepi jalan pinggiran kota ini semakin meningkat.

Tak ayal, banyak warga mulai resah dengan kondisi tersebut. Apalagi tumpukan sampah itu berceceran dekat pemukiman padat penduduk, karena selain menimbulkan bau busuk juga dikhawatirkan memicu terjadinya wabah penyakit.

Seperti halnya dirasakan warga perumahan berlokasi di jalan tembus Selindung-Kerabut. Kekesalan masyarakat setempat cukup beralasan, pasalnya sampah yang menumpuk di pinggir jalan tak jauh dari perumahan mereka di buang oleh warga luar.

“Oknum tak bertanggungjawab itu melintas dengan mobil dan motor, liciknya mereka membuang sampah pas jalanan sepi,” keluhnya.

Fenomena sampah sangat mudah dijumpai kala melintas sudut kota, antara lain di ujung Keluharan Air itam, simpang Lintas Timur Selindung Lama, dan Parit Lalang, Kelurahan Keramat, dan hampir ada di setiap kelurahan di wilayah Kota Pangkalpinang.

Warga Pangkalpinang lainnya, Jum, mengatakan sampah yang menumpuk menimbulkan aroma tak sedap, juga menganggu warga yang melintas.

Sementara itu, Lie Jun Jie selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang menyatakan bahwa persoalan sampah di pinggiran kota tidak bisa sepenuhnya tergantung hanya kepada Dinas Lingkungan Hidup. Menurutnya masalah sampah sejatinya harus menjadi tugas bersama.

“Untuk masalah sampah ini tidak bisa bergantung pada dinas terkait, dalam hal ini Lingkungan Hidup, karena kalau kita bicara tentang sampah, sepenuhnya haruslah menjadi tugas bersama, yakni dari tingkat kelurahan, RT dan kepedulian masyarakat itu sendiri,” ungkapnya saat ditemui Rakyat Pos di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2019).

Meski begitu, pihaknya menjadikan permasalahan sampah menjadi PR utama yang belum dituntaskan.

“Masalah sampah liar di berbagai sudut kota akan kita selesaikan. Artinya kita usahakan untuk mengangkutnya, dan kita buang ketempat semestinya,” kata Lie yang belum genap sebulan menjabat sebagai KLH.

Lie Jun Jie berkilah adanya tumpukan sampah ini, biasanya disebabkan oleh warga yang enggan membayar retribusi uang bulanan sampah. Sehingga akhirnya mereka membuang sampah seenaknya.

“Andaikan masyarakat mau membayar retribusi atau iuran bulanan yang telah ditawarkan, saya rasa mereka akan membuang sampah yang telah ada, seperti didepan rumah,” sambungnya.

Sedangkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, Endang Supriadi menambahkan untuk mengatasi persoalan sampah liar, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, RW, RT, dan masyarakat.

Tujuannya menentukan tempat pembuangan sampah sementara di wilayah masing-masing guna menghindari tumpukan sampah yang terjadi.

“Kita memberikan kewenangan kepada pihak terkait dalam hal ini Camat, Lurah, RW, RT dan masyarakat itu sendiri untuk menentukan lokasi tempat pembuangan sampah ini, nantinya apabila sudah ditentukan kita dari dinas akan siap untuk mengangkut sampah tersebut,” tukas Endang.

Ia mengharapkan apabila nantinya sudah ada tempat pembuangan tersebut, masyarakat sudah tidak membuang sampah sembarangan lagi.

Endang mengakui pihaknya belum maksimal mengatasi masalah sampah, untuk itu ia meminta masyarakat yang merasa terganggu bisa bersabar.

“Kita akui saat ini masih ada kendala, baik anggaran, armada angkutan, dan petugas. Tapi kita akan membicarakan hal ini dengan pemangku jabatan,” lanjutnya.

Disamping itu, beberapa upaya akan dilakukan yakni dengan berkoordinasi dan konsolidasi ke Kementerian, Pemerintah Provinsi, tentang lingkungan hidup, baik support pendanaan, peralatan.

“Semoga kedepan permasalahan sampah bisa terselesaikan dan Kota Pangkalpinang benar-benar terwujud menjadi kota seribu senyuman,” harapnya.

Dilihat pihak, Jum aktivis pemuda asal Kota Pangkalpinang mengkritik pihak pemerintah kota yang tidak becus mengatasi persoalan sampah.

Dikatakan Jum, budaya masyarakat buang sampah sembarangan bukan karena enggan membayar retribusi, namun lebih dikarenakan tidak tersedianya tempat penampungan sampah serta Pemkot tidak peduli.

Dirinya pun menyinggung slogan Pangkalpinang Kota Seribu Senyum yang dibanggakan Walikota.

“Apakah pantas slogan ini? Sekeliling kota penuh dengan sampah menumpuk bagaimana warga mau tersenyum, malahan orang menutup mulut dan hidung agar tidak terserang wabah penyakit bersumber dari sampah,” sindirnya.

Kendati demikian, dirinya meminta pemkot tegas dan serius menyelesaikan masalah sampah menumpuk. “Perlu Perda Sampah yang jelas dan tegas mengaturnya. Sehingga warga tidak bisa lagi membuang sampah sembarangan.
Sekarang kita tidak tahu Perdanya ada atau tidak. Jangan sampai terjadi pembiaran karena lama-lama problem ini berpotensi menimbulkan masalah besar,” tandasnya. (rif/6)

Related posts