Sako SPN Pangkalpinang Gelar Persami CAI

  • Whatsapp
Perkemahan Sabtu-Minggu Cinta Alam Indonesia (Persami CAI) di di Bumi Perkemahan Pemancingan Alam Desa Air Mesu, Kabupaten Bangka Tengah.

PANGKALPINANG- Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) Cabang Pangkalpinang di bawah binaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pangkalpinang, pada Sabtu-Minggu (7-8/9/19) lalu mengadakan Perkemahan Sabtu-Minggu Cinta Alam Indonesia (Persami CAI) di Bumi Perkemahan Pemancingan Alam Desa Air Mesu, Kabupaten Bangka Tengah.

Sako SPN adalah satu-satunya gerakan pramuka yang unik berbasis masjid dan pesantren yang sangat penting dalam pembentukan karakter serta peduli membangun karakter bangsa.

Berbeda halnya dengan kegiatan kepramukaan pada umumnya, Sako SPN dalam kegiatannya lebih menekankan pada penanaman nilai-nilai keagamaan untuk mewujudkan generasi unggul yang memiliki nilai-nilai dasar Tri Sukses Generus, yakni faham terhadap ilmu agama, berakhlakul karimah dan mandiri.

Sebanyak 95 peserta turut serta dalam Persami CAI ini, yang terdiri dari usia siaga, penggalang, penegak, dan pandega yang ada di Sako Ranting Pangkal Balam, Air Salemba dan Rejosari.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini lebih difokuskan pada pengimplementasian nilai-nilai tri sukses generus yang sebelumnya selalu ditanamkan secara konsisten pada pembinaan rutin generus LDII, baik di tingkat PAC sampai dengan tingkat DPW.

“Sehingga generus LDII menjadi generus yang unggul baik dalam pengetahuan umum, memiliki ahlak yang baik dalam bermasyarakat, dan memiliki ilmu agama sebagai pedoman hidupnya,” ujar M Ubed Nurhadi, Ketua Pemuda LDII Babel melalui siaran pers, Selasa (10/9/2019).

Senada dengan Ubed, Dedi Purwadi selaku Dewan Penasehat (Wanhat) DPD LDII Kota Pangkalpinang sekaligus sebagai Kwarcab Sako SPN Pangkalpinang juga mengatakan kegiatan yang merupakan agenda rutin setiap enam bulan sekali ini merupakan wujud nyata konsistensi pembinaan generus LDII dalam menghadapi perkembangan jaman yang banyak pengaruh negatifnya.

Persami CAI ditutup dengan “operasi semut” untuk membersihkan lokasi perkemahan secara bergotong-royong, sebab mereka memiliki prinsip dasar, “datang bersih dan pulang pun wajib dalam keadaan bersih”.

Bahkan pengelola lokasi pemacingan memberikan apresiasi atas kekompakan yang mereka lakukan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pada umumnya setiap ada kegiatan yang melibatkan banyak orang pasti meninggalkan bekas sampah, tapi berbeda dengan Persami CAI ini, seperti tidak ada kegiatan sebelumnya, lokasi bersih kembali, bahkan potongan-potongan kecil bambu pun tidak tersisa,” ucap pengelola lokasi wisata pemancingan Air Mesu.(rls/10)

Related posts