Sakit Hati Kredit Ditolak, Tiga Garong Nekat Bobol Konter HP

  • Whatsapp
Kabag Ops Polres Bateng, AKP Andi Purwanto (tengah) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka pembobol konter handphone saat press release di Mapolres Bateng, Rabu (13/11/2019). (foto: Muhammad Tamimi)

KOBA – Anggota Opsnal Polres Bangka Tengah (Bateng) menangkap tiga pelaku pembobol konter handphone (HP) milik Alpian alias Pison warga Desa Penyak, Kecamatan Koba. Pelaku nekat membobol konter sakit hati karena keinginan untuk kredit HP ditolak pemilik konter.

Ketiga pelaku yang diamankan polisi yakni SR alias Cibot, PR alias Edoy dan MA. Oleh polisi, ketiga pelaku dihadiahi masing-masing sebutir peluru karena melawan saat hendak ditangkap.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo melalui Kabag Ops AKP Andi Purwanto mengungkapkan setelah menerima laporan dari korban pada 30 September 2019, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Pada 11 November, lanjutnya, polisi berhasil mengetahui keberadaan pelaku.

“Tersangka SR alias Cibot kita tangkap saat berada di Belinyu. Setelah itu, tim bergerak ke Kurau karena mendapat informasi tersangka lain yakni MA ada di sana. Dari keterangan dua tersangka ini, kemudian kita menangkap tersangka lain, PR di Desa Kace,” ujar Andi disela-sela kegiatan press release di Mapolres Bateng, Rabu (13/11/2019).

Adapun barang bukti yang diamankan, kata dia, yakni 1 set speaker aktif merk GMC, 1 set speaker aktif merek Polytron, 1 set speaker aktif merek Sharp, 11 unit HP berbagai merek, 1 unit radio merek X-BASS, 3 kotak HP android, 1 kotak senter kepala, 1 buah lampu 12 Volt, 1 unit kipas angin duduk merek GMC, 2 buah charger HP hitam dan 1 unit motor Yamaha Mio M3 warna hitam.

“Dari interogasi petugas, motif pelaku nekat membobol konter HP korban dengan linggis untuk kemudian mengambil sejumlah HP dan barang berharga lain milik korban. Akibatnya, korban mengalami kerugian mencapai Rp 40 juta. Ketiga pelaku dikenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang tersangka, MA mengaku melakukan pencurian di konter HP milik korban Alpian alias Pison murni karena sakit hati dengan korban.

“Awalnya saya mau membeli HP Samsung J2 di konter milik korban secara kredit dengan DP sebesar Rp500 ribu dari harga HP sebesar Rp1.200.000. Jadi, kurang Rp700 ribu duit saya. Sisa duit itu akan saya angsur. Namun dak dikasih sama korban,” kata MA kepada wartawan.

MA membandingkan dengan orang lain yang diperbolehkan kredit HP. Namun dirinya tidak boleh. Sehingga membuat hatinya kesal dan nekat mencuri sejumlah HP dalam konter itu.

“Saya juga tidak tahu apa sebabnya. Karena nggak boleh, jadi saya sakit hati akhirnya kami rampok HP yang ade dalam konter,” ucapnya. (ran)

Related posts