Sakit Diabetes, Oknum Bidan Praktek Aborsi Ajukan Penangguhan Tahanan

  • Whatsapp

SUNGAILIAT – Oknum bidan sekaligus oknum Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, SM alias Ni (48) yang menjadi tersangka kasus dugaan praktek aborsi mengajukan penangguhan penahanan. Pasalnya, SM menderita sakit gula dan kesehatannya kurang baik saat menjalani proses penahanan di Mapolsek Sungailiat usai tertangkap beberapa waktu lalu.

“Memang benar dari pihak keluarga tersangka maupun dari tersangka sendiri, mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Untuk permohonan penangguhan penahanan itu di ACC (disetujui) atau tidak, kita sedang teruskan kepada bapak Kapolres,” kata Kabag Ops Polres Bangka Kompol S. Sophian, Jumat (3/2/2017) kemarin.

Sambungnya, korban dalam mengajukan permohonan penangguhan penahanan karena mengidap penyakit gula atau diabetes, sehingga dokter menyarankan agar diajukan permohonan penangguhan penahanan. Hal itu dilakukan tersangka SM atas saran dokternya untuk memudahkan perawatannya. Kemudian tersangka mengajukan lewat Kapolsek Sungailiat hingga diteruskan ke Kapolres Bangka.

“Tersangka (SM) ini ada riwayat Diabetes kering sehingga menurut dokter perlu diajukan penangguhan penahanan untuk memudahkan perawatan,” tukasnya.

Ditambahkannya,tersangka SM sudah sejak awal pekan lalu mengajukan permohonan penangguhan penahanan, namun masih dalam proses untuk diajukan kepada Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana. Sebelumnya diberitakan harian wartawan, SM ditangkap usai praktek aborsi pada klinik bidannya dibongkar Polsek Sungailiat.

SM diketahui menjalankan praktek terlarang ini setelah anggota Polwan menyamar sebagai pasien aborsi dan SM menyangggupi dengan nilai jasa aborsi jutaan rupiah. Disinyalir sudah banyak pasien yang melakukan aborsi pada klinik bidan yang terletak di Lingkungan Sri Menanti Sungailiat ini. (2nd/7)

Related posts