Sadar Masalah Stunting

  • Whatsapp

Oleh: Yunita Pertiwi
Siswi Kelas Beasiswa PT. TIMAH, Tbk SMA Negeri 1 Pemali

Kesehatan adalah suatu kebutuhan bagi setiap individu di dunia, baik tua maupun muda. Kesadaran akan pentingnya kesehatan haruslah dimulai sejak usia belia bahkan sebelum dilahirkan ke dunia. Dengan begitu kita akan merasakan betapa besarnya manfaat menjaga kesehatan.

Berdasarkan pernyataan di atas kita semua tahu apa yang menjadi alasan kita menjaga kesehatan, tentu saja untuk memperoleh manfaatnya. Anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa ini, tentunya harus kita syukuri bersama dengan terus menjaganya. Menjaganya pun bukan saat usia kita sudah mulai tua, tapi sejak usia belia. Kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak belia adalah sesuatu yang sulit, karena kita masih menganggap remeh dari masalah yang akan ditimbulkan jika tidak menjaga kesehatan. Maka dari itu dukungan orang tua dan kesadaran diri yang tinggi adalah hal yang sangat dibutuhkan agar kita bisa mendapatkan manfaat menjaga kesehatan. Jika sejak usia belia kita sudah tidak menjaga kesehatan, tuanya nanti kita akan menyesal, karena akan banyak masalah kesehatan yang menghampiri kita, mulai dari yang ringan atau sesaat bahkan sampai yang berat atau menahun. Masalahnya pun bukan hanya akan kita rasakan saat sudah tua, tapi juga bisa kita rasakan dalam waktu dekat bahkan saat ini juga.
Salah satu masalah kesehatan yang akan dibahas Penulis dan menjadi fokus tulisan ini ialah masalah kesehatan yang paling banyak terjadi di Indonesia, stunting yang termasuk dalam gizi buruk.

Seperti yang telah disebut sebelumya, bahwa masalah kesehatan yang saat ini paling banyak terjadi di Indonesia adalah masalah gizi buruk dan penyakit tidak menular. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, mencatat bahwa Kementerian Kesehatan hanya mampu mengurangi angka stunting dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen selama lima tahun. Sedangkan gizi buruk tak berkurang banyak, dari 19,6 persen menjadi 17,6 persen.(CNN Indonesia, 24/12/2018).
Hal ini menunjukkan bahwa gizi buruk adalah masalah yang masih belum bisa diatasi dengan baik oleh kita, dan stunting adalah salah satunya. Stunting sendiri adalah kondisi dimana pertumbuhan anak terhambat sehingga memiliki perawakan pendek. Kondisi ini muncul karena kebutuhan asupan nutrisi selama sembilan bulan dalam kandungan tidak terpenuhi atau selama masapertumbuhan kritis. Para ahli menyepakati, stunting terbentuk dalam 1000 hari pertama kehidupan anak sejak didalam rahim (kompas.com,18/03/2019). Dari data tersebut kita mengetahui bahwa masalah stunting adalah contoh ketika kita tidak menjaga kesehatan sejak belia, bahkan saat masih di dalam kandungan yang seharusnya menjadi perhatian orang tua.

Masalah stunting sendiri menjadi salah satu perhatian di Indonesia, seperti yang bisa kita saksikan saat debat Pilpres ketiga pada malam minggu 17 Maret 2019 lalu. Dalam debat tersebut salah satu calon Wakil Presiden Indonesia dengan nomor urut 02 menyebutkan bahwa masalah stunting adalah masalah yang ada dalam tahap gawat darurat dimana sepertiga dari anak-anak kekurangan asupan gizi. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, karena seperti yang kita tahu bahwa stunting adalah masalah kesehatan yang akan dirasakan seumur hidup, terlebih masalah ini diperoleh oleh anak-anak sejak usia dua tahun ke atas (usia dini). Stunting sendiri akan menyebabkan anak bertubuh pendek atau kerdil dan juga menyebabkan perkembangan anak terhambat. Bukan hanya itu, juga akan berakibat buruk terhadap psikis anak, dimana anak akan merasa minder dan terbatasi produktivitas dan kreativitasnya jika terkait tinggi badan. Masalah ini sendiri adalah salah satu masalah yang tidak dapat dihindari jika dibiarkan begitu saja. Satu-satunya jalan menghindarinya adalah dengan mencegahnya.

Dalam rangka mencegah meningkatnya masalah stunting 2019 ini, salah satu calon Wakil Presiden nomor urut 02 menyebutkan cara mereka mengatasi masalah stunting di Indonesia yakni dengan sadakah putih. Sadakah putih sendiri memiliki arti sadakah susu yakni memberi susu kepada ibu-ibu yang sedang mengandung dan kepada balita yang tidak dapat memperoleh air susu ibu disebabkan oleh hal-hal tertentu. Sedangkan menurut calon Wakil Presiden nomor urut 01 menyebutkan pendapatnya tentang cara mengatasi masalah stunting adalah harus dimulai sebelum terjadi pernikahan, maksudnya masalah stunting dan mengatasinya disosialisasikan kepada calon orang tua sebelum pernikahan. Kedua solusi yang telah dipikirkan oleh kedua calon Wakil Presiden kita ini adalah hal yang sangat membantu, karena pada dasarnya, sangat tepat jika masalah stunting ini disosialisasikan terlebih dahulu kepada calon orang tua, tapi jika hanya mengandalkan sosialisasi sebelum pernikahan maka akan kurang efektif. Jadi, perlu tindak lanjut seperti sadakah putih. Hal tersebut dapat direalisasikan kepada ibu atau bayi yang memang mengalami masalah. Sadakah putih pun bukan hanya berupa sadakah susu, tapi juga dapat berupa sadakah makanan bernutrisi dan bergizi kapada ibu-ibu yang sedang mengandung dan kepada bayi usia nol sampai dua tahun maupun seterusnya bagi yang kurang mampu.

Pada akhirnya, masalah kesehatan yang sedang dialami Indonesia sekarang, terutama stunting adalah masalah yang harus segera diatasi dan perlu perhatian lebih, karena akan berdampak buruk bagi generasi kedepanya. Solusi yang ditawarkan oleh kedua calon Wakil Presiden kita adalah solusi yang akan sangat membantu, tapi jika kita hanya menunggu saat mereka sudah menjabat menjadi Presiden atau Wakil Presiden tentu kurang efektif. Maka dari itu, mulailah dari sekarang dengan bersama menjegah terjadinya masalah kesehatan seperti stunting dengan berbenah diri.

Berbenah diri yang dimaksud adalah dengan menghindari pacaran dan pernikahan dini, karena ini merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan tingkat stunting di Indonesia bertambah. Seperti yang kita tahu bahwa tingkat pernikahan dini di Indonesia sendiri sangat tinggi, sedangkan kita tahu bahwa usia-usia kita saat ini, bukanlah usia yang cukup dewasa untuk melakukan pernikahan. Jika semakin hari semakin banyak terjadi pernikahan dini baik itu pernikahan secara baik-baik ataupun pernikahan karena didasari adanya kehamilan di luar nikah (sebab pacaran), maka tingkat bayi yang akan mengalami stunting pun tidak akan kalah banyak dari penikahan itu sendiri, sebab usia yang masih belum cukup dewasa untuk berurusan dengan sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal tersebut akan memperburuk suasana, atau singkatnya kita belum cukup tahu tentang pernikahan. Jadi, sebaiknya mulai dari sekarang hindari pacaran dan pernikahan dini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti membuat masalah stunting di Indonesia meningkat.(***).

Related posts