Sabisi Stisipol P-12 Meriahkan Lomba Lintas Alam Menumbing

  • Whatsapp
Tim Sabisi Stisipol Pahlawan 12 mengikuti Lomba Lintas Alam Menumbing, Minggu (24/11/2019). (foto: Riski Yuliandri)

SUNGAILIAT – Mahasiswa Stisipol Pahlawan 12 ikuti berpartisipasi dalam Lomba Lintas Alam Menumbing yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat, Minggu (24/11/2019). Tim yang berisi lima orang mahasiswa tersebut diberi nama Sabisi yang merupakan gabungan mahasiswa dan mahasiswi Stisipol 12.

Ketua Tim Sabisi, Riski Akbar mengatakan tim tersebut baru pertama kalinya ikut lomba lintas alam yang dilaksanakan di Bukit Menumbing Mentok. “Secara tim, ini perdana kami ikut lomba lintas alam disini, bahkan beberapa teman kami juga baru pertama kali melihat dan menginjakkan kakinya di Menumbing, selama ini hanya melihat dari medsos saja,” ungkap Riski, Minggu sore.

Pria yang biasa di sapa Kikai itu juga mengatakan banyak sekali rintangan yang harus dihadapi oleh timnya saat mendaki bukit tempat pengasingan Bung Karno tersebut. “Banyak sekali rintangannya, mulai dari lumpur, tanjakan yang curam, turunan dan batuan besar yang harus kami lewati,” terangnya.

Hal serupa dikatakan oleh rekan Kikai, Rafi. Ia mengatakan meski banyak rintangan yang dilaluinya, ia bersama empat rekannya yang lain berhasil melaluinya. “Sulit memang, tapi Alhamdulillah kami mampu dan memang sangat seru. Dibutuhkan kekompakan tim yang luar biasa untuk melewati semuanya hingga ke atas bukit ini,” ungkapnya.

Namun sayang, tim Sabisi belum mampu untuk menjadi juara dalam lomba tahunan tersebut. Meskipun demikian, ia bersama rekannya yang lain bertekad akan mengikuti lomba tersebut pada tahun depan. “Tahun depan kami akan ikut lagi, mungkin bukan di acara ini saja, kalau ada acara lintas alam lainnya juga akan kami ikuti,” terang Rafi.

Dari kegiatan tersebut, menurutnya mereka bisa mengambil hikmah bahwa masyarakat harus lebih mencintai lingkungan serta bisa menjaganya agar kehidupan ekosistem di hutan bisa terus lestari. “Kegiatan ini bukan hanya sekedar melintas alam saja, akan tetapi ada beberapa yang harus kami pahami, seperti pengetahuan sejarah dan pengetahuan alam dan dengan adanya acara ini pemuda dan mahasiswa menjadi paham akan sejarah dan lingkungan,” jelasnya.(mla/10)

Related posts