by

Saat Undian Pedagang Pasar Inpres, Tarmizi: Jangan Ada Titip-Menitip !

Bupati Bangka Tarmizi Saat ketika meninjau pembangunan Pasar Inpres Sungailiat, Senin (16/7/2018). (foto: Cep Susanti)

24 Los, 5 Kios & 15 Ruko Dibangun

SUNGAILIAT – Pembangunan Pasar Inpres yang direncanakan tahun 2017 lalu, akhirnya baru terlaksana tahun ini. Persiapan pembangunan pasar yang berada dekat Kampung Jawa tersebut sudah terlihat. Ruko-ruko yang di sebelah jalan sudah dirobohkan dan sudah dibangun pondasi.

Pembangunan Pasar Inpres sudah dimulai sejak tanggal 4 juni 2018 lalu. Pembangunan pasar yang menelan dana sebesar Rp 2,9 miliar lebih ini bersumber dari dana APBD dan dikerjakan oleh PT Karya Pratama Kontruksi.

Bupati Bangka Tarmizi Saat saat meninjau pembangunan pasar tersebut, Senin (16/07/2018) mengatakan pembangunan Pasar Inpres ini sudah diprogramkan Pemkab Bangka beberapa tahun yang lalu dan merupakan kelanjutan dari pembangunan Pasar Kite Sungailiat, Pasar Kenanga, Pasar Penagan, Pasar Belinyu dan Pasar Petaling.

“Yang belum itu Pasar Inpres. Untuk Pasar Inpres sendiri ada tiga yaitu penataan ruko di depan, jalan dan fisik pasar itu los terbuka. Harus ditata, ditambah lagi dengan embung supaya nanti ada kebanjiran air yang tergenang tidak terlalu lama karena ada kantor lurah dan KUA,” kata Tarmizi.

Menurut dia, setelah bangunan selesai akan ada pengundian bagi pedagang yang akan menempati los atau lapak oleh dinas terkait.

Dia berharap tidak ada titip-menitip pedagang dan tidak ada pedagang yang sudah berdagang pasar lain memiliki lapak di Pasar Inpres.

“Yang punya los di Pasar Kenanga juga gak usah lagi lah, berbagi dengan orang lain, jangan harus keluarga dia semua, keluarga bupati, wakil bupati, keluarga sekda, keluarga dewan, jangan lah, beri kepada masyarakat lah untuk berdagang,”ungkapnya.

Selain itu, kebersihan pasar juga harus dijaga, ditata sebagai muka daripada Kota Sungailiat, kota bersih tertib dan aman, kota yang benar benar tentram bagi masyarakatnya.

Nantinya, lanjut dia, Pemkab Bangka akan membangun pasar di Sinar Jaya, supaya konsentrasi pembeli di Pasar Kite tidak terlalu numpuk. Berikutnya di daerah Pohin yang menurutnya sudah ada cikal bakalnya dan tinggal dibangun pasar.

“Artinya jika sudah dibangun pasar ini, fasilitas umum masyarakat terjaga dengan baik, nanti akan diikuti oleh stadion untuk olahraga, di Bangka ini akan dibangun di Air Anyir, kerja sama dengan Pak gubernur dengan dana alokasi khusus dan dana APBN. Ini satu kesatuan, pasar rapi bersih pedagang nanti akan menunjang pariwisata kawasan ekonomi khusus,”jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Bangka, Panca Pujayadi mengatakan pembangunan Pasar Inpres Sungailiat meliputi pembangunan 24 los petak pasar, 5 kios, 15 unit ruko dan dua bangunan WC.

“Yang dibangun itu los meja petak, ada 24 dengan kios ada unit, untuk ruko yang ada didepan itu ada 15 unit. Dengan fasilitas ada dua kamar mandinya dan juga WC,”jelas Panca, Senin (16/7/2018) di Sungailiat.

Sedangkan untuk luas area pasar, dikatakan panca sekitar 300 meter persegi. “Untuk desain los pasar kita tinggikan, jadi kalau banjir sudah kami perhitungkan tidak akan kena,”kata Panca.

Dia menambahkan, jenis Pasar Inpres yang dibangun ini sama seperti pasar umum Kenanga dan untuk pembangunan embung akan dibangun di belakang pasar.

“Kan masih ada setengah sisa tanah bekas perumahan kemarin, sedang kami rencanakan untuk penampungan air, untuk pengendalian banjir, kan banjirnya hanya sesaat,”jelas Panca.

Untuk pembangunan Pasar Inpres, lanjut dia, sudah dimulai sejak tanggal 4 Juni 2018 lalu dan diperkirakan pada 30 Desember 2018 , pembangunan akan selesai. (snt/10)

Comment

BERITA TERBARU