Saat Tersangka Menjabat Staf Ahli Gubernur, Kemungkinan Suranto Dibebastugaskan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Babel, Suranto Wibowo, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun 2018, masih menduduki jabatan staf ahli di Pemprov Babel.

Pj Sekda Provinsi Babel. Yulizar Adnan membenarkan hingga saat ini, Suranto Wibowo masih menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Disinggung apakah akan ada pemberhentian atau pembebas tugasan dari jabatannya, Yulizar mengaku belum dapat memastikan, karena menunggu keputusan gubernur.

“Sekarang masih menjabat, nanti kita tunggu seperti apa keputusan pak Gubernur, karena semua yang ambil keputusan adalah Gubernur,” kata Pj Sekda Babel, Yulizar, Selasa (13/8/2019).

Biasanya menurut Yulizar apabila ada pejabat yang diduga tersandung kasus korupsi, maka jabatanya akan di lepas untuk sementara, agar bisa fokus dengan permasalahan yang di hadapi. “Biasanya ya, untuk sementara dilepaskan dari jabatannya,” imbuhnya.

Mengenai apakah nanti akan ada pendampingan hukum dari Pemprov ujar Yulizar hal ini bisa saja sepanjang ada permintaan dari yang bersangkutan.

“Pemprov punya bantuan hukum, tapi kita lihatlah nanti bagaimana, apakah yang bersangkutan mengajukan permohonan atau tidak,” singkatnya.

Seperti diberitakan edisi kemarin, penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) di kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Babel pada Kamis (1/8/2019) lalu, mulai membuahkan hasil.

Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) akhirnya secara resmi merilis penetapan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) Tahun Anggaran 2018 dengan 100 titik di Pulau Belitung yang dilaksanakan oleh Dinas ESDM Provinsi Babel.

Ketiga tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini, yaitu mantan Kepala ESDM Babel Suranto Wibowo alias SW dengan Surat Perintah Penyidikan No. Print -534/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019.

Sedangkan tersangka lainnya, yakni Direktur PT Niko, kontraktor yang melaksanakan pekerjaan proyek tersebut, Hidayat ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Perintah No. Print -535/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019.

Dan terakhir, Candra alias C sebagai pelaksana proyek pembangunan PJU senilai Rp2,9 miliar itu, ditetapkan dengan Surat Perintah No. Print -536/L.9/08/2019 tanggal 12 Agustus 2019.

“Sekarang, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan keterangan yang dilengkapi dengan dokumen, maka sudah ada penetapan tersangka. Pada hari ini juga, sudah dikeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang sudah ada nama tersangkanya,” ungkap Asisten Tipidsus (Aspidsus) Kejati Babel, Edi Ermawan saat konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (12/8/2019).

Kali pertama ini, diakui Edi pihaknya baru menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini.
“SW sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), C sebagai pelaksana dan dia bersama-sama dengan Hidayat. Kalau Hidayat ini dia Direktur PT Niko yang mendapatkan pekerjaan ini,” tuturnya.

Dikatakan Asspidsus, selanjutnya ketiga tersangka akan menjalani sejumlah pemeriksaan intensif pasca penetapan itu.

“Pemeriksaan tersangka belum. Secepatnya (pemeriksaan tersangka), ini ada Kasidik,” ungkapnya sembari menunjuk ke arah Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Himawan yang tepat berada di sampingnya.

Sebelumnya, penggeledahan di Kantor ESDM Babel yang dipimpin Aspidsus Edi Ermawan beserta rombongan langsung menuju ke ruang Kepala Dinas (Kadis) ESDM untuk mencari bukti dugaan korupsi PJU yang merugikan keuangan negara.

Usai digeledah, ruangan kadis langsung disegel jaksa dan tim lainnya juga menggeledah ruang Sekretaris Kadis ESDM. Tak pelak, ruangan Sekretaris juga disegel Aspidsus dan jaksa, penggeledahan tersebut didampingi Plt Kadis ESDM Ir. Rusbani.

“Loh kan kamu Plt (Pelaksana Tugas-red), masa kamu dak tahu. Kau banyak dak tau, dak tahu,” sindir Aspdidsus di depan Plt Kadis ESDM Babel, Rusbani saat menggeledah di ruang Kabid Pertambangan Mineral Logam Amir Syahbana, ST. “Dia protes, disegel dulu. Kalau proses sudah selesai baru,” sambung Edi Ermawan.

Ia sempat menanyakan kepada Plt Kadis ESDM mengenai keberadaan satu unit brankas yang ada di ruangan Kabid Pertambangan Mineral Logam.”Ini brankas uang ya, mana kunci brankasnya ?. Di brankas ini, ada duitnya gak,” cecarnya.

Edi juga membentak dan memarahi Rusbandi selaku Sekretaris yang pada era Kadis ESDM Babel dijabat oleh Ir. Suranto Wibowo. “Kau kan sekretaris, masa tidak tahu. Padahal 2009 kau di sini. Di sini ya mengeluarkan izin tambang, kau sudah tahu izinnya kenapa kau disposisikan. Masih saja tetap kau keluarkan izinnya,” bentak Edi.

Sementara itu, Plt Kadis ESDM Babel, Rusbani menyebut bahwa ruangan yang digeledah langsung oleh Aspidsus dan jaksa lainnya merupakan ruang Kabid Pertambangan Mineral Logam. “Ini ruangan Pak Amir, dia ke Bakuda dan kita tadi menyuruhnya keluar. Oh, itu kekurangan berkas pak. Sudah pak, kan sudah diperiksa,” tuturnya.

Ia justru berdalih kepengurusan izin pertambangan dikeluarkan oleh pihak Bakuda, melainkan bukan di ESDM. “Kalau izin, bukan di sini Pak. Kalau memang tidak lengkap, tidak usah kita keluarkan suratnya. Dak tahu pak ada duitnya gak,” elak Rusbandi. “Segel ini, periksa dulu brankasnya. Duit siapo ini,” tegas Edi.

Adapun enam ruangan yang digeledah tim khsusus Kejati Babel, yaitu Bidang Pertambangan Mineral Logam, Bidang Energi, Ruang Kepala Dinas dan Sekretaris, Bidang Geologi dan Air Tanah, Ruang Perencanaan serta Sub Bagian Keuangan.

Dari penggeledahan itu, tim berhasil mengamankan sebanyak 26 dokumen penting dan menyegel empat ruangan, yaitu ruang kantor kepala dinas dan sekretaris, Bidang Pertambangan Mineral Logam, Bidang Energi, dan ruang perencanaan.

“Seluruh dokumen penting yang ada disana kami amankan, satu koper penuh ada 26 item. Ada empat ruang yang disegel. Penyegelan ini sebagai upaya mengantisipasi dalam proses penyidikan,” kata Kasi Penyidikan Kejati Babel, Imawan.

Tak hanya menggeledah ruangan, tim penyidik juga menyegel ruangan yang diperiksa.”Intinya kita tidak mau diganggu pihak lain saat melakukan pemeriksaan diruangan, makanya kami segel ruangannya,” tukas Imawan.

Sebelumnya pihak penyidik Pidsus Kejati Babel telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang mulai dari panitia lelang, penyedia barang hingga para pejabat di lingkungan Dinas ESDM, salah satunya mantan Kepala Dinas ESDM, Suranto.

Kasus proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum ( PJU) Tahun Anggaran 2018 dengan 100 titik di Belitung tersebut dilaksanakan oleh Dinas ESDM Provinsi Babel.

Proses pemeriksaan memasuki pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pekerjaan PJU senilai Rp 2.983.141.627,40 tersebut. Dan diduga kuat terjadi penyimpangan yang membuat Negara dirugikan. Pekerjaan Pembangunan PJU Tenaga Surya ini dilaksanakan oleh PT NPM berdasarkan Surat Perjanjian Nomor 671/1631.a/SP-PJUTS/ESDM/2018 tanggal 27 Agustus 2018. (nov/6)

Related posts