by

Rumah Pengedar Tramadol Digerebek

Obat-obatan golongan G yang disita dari rumah Muchsin, pengedar Tramadol yang digerebek Satres Narkoba Polres Basel. Selain obat, ditemukan pula 45 kantong plastik arak putih. (Foto: Dedi Irawan)

Temukan Ratusan Obat-obatan Golongan G
Dipasok dari Palembang

TOBOALI – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan melakukan penggerebekan ke kediaman terduga penyalahgunaan obat-obatan golongan G, Selasa sore (15/1/2019).

Polisi mengamankan pemilik rumah Muchsin bersama barang bukti 100 bungkus obat-obatan kapsul warna merah putih, 40 bungkus obat-obatan kapsul warna merah putih, 400 keping obat jenis tramadol HCI.

Selain obat obatan ditemukan dari dalam rumah pelaku, petugas juga menyita 45 kantong plastik arak putih dan 2 (dua) pack plastik kecil.

“Kami menyita barang bukti ratusan obat golongan G atau gevaarlijk yang berarti bahaya dan untuk memperolehnya harus menggunakan resep dokter. Selain itu kami juga mengamankan puluhan kampil arak putih,” ujar Kapolres AKBP Aris Sulistyono melalui Kasatres Narkoba, AKP Satriadi, Rabu (16/1/2019).

Lanjut Satriadi, obat obatan golongan G tersebut disuplai kepada masyarakat umum. Menurut dia, ratusan pil dan obat obatan golongan G tersebut dipasok dari Palembang, Sumatera Selatan, menggunakan jalur transportasi laut.

Paketan pil golongan G tersebut, katanya, dikirim melalui spead boat dan diturunkan ke sejumlah pelabuhan tikus yang ada di Bangka Selatan.

“Keterangan yang bersangkutan obat obatan tersebut di pasarkan kepada masyarakat umum. Kami masih melakukan pengembangan, untuk paketan obat-obatannya dari Palembang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, satu butir pil tramadol dijual Mukhsin dengan harga Rp 8.000. Biasanya menurut Satriadi, pil tramadol tersebut dipaket dan dikemas kedalam plastik klip. Tiap plastik klip berisi 5 butir pil tramadol yang dihargai Rp 40.000.

Obat-obatan golongan G tersebut, dipasarkan pelaku ke sekitar wilayah sadai. Pelaku diamankan setelah polisi mendapat informasi paketan obat-obatan golongan G yang biasa diedarkan pelaku tiba di Sadai.

“Satu butir dijual pelaku delapan ribu rupiah. Pil itu telah dipaket, tiap paket berisi lima butir dan jual empat puluh ribu,” jelas Satriadi. (raw/6)

Comment

BERITA TERBARU