Rukan Babinsa & Babinkamtibmas Contoh untuk Belitung

  • Whatsapp
Dandim 0414/Belitung, Letkol Kav Eko Saptono bersama Kapolres memotong pita pintu sebagai tanda peresmian penggunaan rumah dan kantor (Rukan) Babinsa dan Babinkamtibmas.(foto:rell).

Kemarin, Diresmikan Dandim & Kapolres

MANGGAR – Komandan Kodim (Dandim) 0414/Belitung, Letkol Kav Eko Saptono bersama Kapolres meresmikan penggunaan rumah dan kantor (Rukan) Babinsa dan Babinkamtibmas, Sabtu (14/1/2017) kemarin.

Peresmiam penggunaan Rukan tersebut dibangun oleh pemerintah daerah setempat guna memaksimalkan kinerja Babinsa dan Babinkamtibmas di desa binaannya.

Peresmian Rukan yang berada di Desa Simpang Pesak, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) itu, turut disaksikan oleh perangkat desa setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa (Kades) Simpang Pesak, Suryanto menyampaikan, di Desa Simpang Pesak terdiri dari beragam suku dan budaya masyarakat yang rawan timbulnya konflik sosial.

“Dengan adanya Rukan ini, diharapkan Desa Simpang Pesak apabila ada suatu permasalahan akan langsung ditangani,” ujar Kades pada kesempatan itu dalam rilis yang diterima Rakyat Pos, Minggu (15/1/2017).

Sedangkan Kapolres Beltim, AKP Nono Wardoyo mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua lapisan masyarakat.

“Kedepan, Rukan ini bisa dimanfaatkan untuk ajang saling silaturahmi antara TNI, Polisi dan masyarakat Simpang Pesak,” sebutnya.

Sementara itu, Dandim 0414 Belitung mengungkapkan, pembangunan Rukan di wilayah Beltim itu sebagai contoh untuk Kabupaten Belitung yang akan dimulai pada 2017.

“Saya sebagai warga baru di Beltim ini, sempat memperkenalkan diri karena baru dua bulan bertugas di Pulau Belitung ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Letkol Kav Eko Saptono berharap, dengan dibangunnya Rukan tersebut, bisa menjadi wadah sekaligus ajang silaturahmi serta sinergitas antara TNI, Polisi dan elemen masyarakat.

“Kita harapkan ini terjalin hubungan yang harmonis di antara 3 pilar desa ini. Setiap permasalahan yang terjadi di wilayah bisa diselesaikan sejak awal di tingkat desa,” tutup Eko. (bis/3).

Related posts