RSUD Soekarno Babel Gelar Seminar Awam Deteksi Dini Kanker Usus Besar

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C) Ir. Soekarno Provinsi Babel, menggelar Seminar Awam Deteksi Dini Kanker Usus Besar dengan Tema “Cegah Kanker Usus Besar Sejak Dini, Aku Mau dan Aku Bisa”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Mahligai Serumpun Sebalai, Jum’at (3/5/2019) itu, menggandeng RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Utama Babel, dan Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI).
Dalam Seminar yang dikemas dalam Dialog Interaktif tersebut, menghadirkan narasumber Tim Dokter dari RCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp. PD-KGEH dan dr. Wulya Rajabto, Sp.PD-KGEH, Tim Dokter RSUD Soekarno Provinsi Babel, dr. Desy Hariyanti, Sp.PD dan Ketua YKI Cabang Utama Babel, Melati Erzaldi.
Dalam Laporannya, Direktur RSUD Soekarno Babel, dr. Armayani menyampaikan terima kasih atas fasilitasi dan dorongan Gubernur dan Melati Erzaldi sebagai Ketua YKI Cabang Utama Babel, yang akan melakukan screening kepada masyarakat Babel, terutama mengenai bahaya Kasus Kanker Usus Besar.
Dijelaskannya, sesuai dengan Data, 8 dari 10 Pasien yang melakukan Pemeriksaan Kolonoskopi di RSUD Soekarno diketahui positif mengidap penyakit Kanker Usus Besar. Juga Laporan Kepala Dinas Kesehatan Babel, yang menyatakan 60 persen Penderita Kanker di Babel tidak berobat kepada dokter.
Berangkat dari hal itu, kata Armayani, RSUD Soekarno dan Dinas Kesehatan Babel wajib melakukan kegiatan ini. Dalam waktu dekat, juga akan dilakukan Pendataan dan Pemeriksaan Kanker Usus Besar kepada 5.000 masyarakat Babel.
Armayani merasa bangga, Pemprov Babel konsen akan bidang Kesehatan yang salah satu terobosannya yaitu Tahun depan RSUD Soekarno akan membuka Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung yang akan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Leiden Belanda, difasilitasi oleh RSCM Jakarta.
Sementara itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam sambutanya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan, drg. Mulyono mengucapkan selamat datang kepada para Narasumber yaitu Tim dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Gastroenterologi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta di Bumi Serumpun Sebalai, selain menjadi narasumber dalam Seminar Awam juga memberikan pelayanan kepada masyarakat Babel.
Semoga, diharapkannya, kegiatan ini menjadi semangat, khususnya Dinas Kesehatan dan RSUD Soekarno untuk mengembangkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Babel.
Dijelaskannya, Kanker Usus Besar sangat erat kaitannya dengan gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, berat badan berlebih, kurangnya asupan buah-buahan dan sayuran dapat menjadi faktor resiko timbulnya Kanker Usus Besar.
“Seminar Awam Deteksi Dini Kanker Usus Besar ini, merupakan hal baru dan pertama, khususnya di Babel. Saya berharap, dengan terlaksananya Seminar Awam ini, di Babel dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat yang masih sangat kurang pengetahuannya tentang Kanker Usus Besar, sehingga timbul kesadaran untuk menurunkan resiko Kanker Usus Besar,” ungkap Mulyono.


Dengan kehadiran Tim dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel juga, ditambahkan Mulyono, mengharapkan kepada Tim agar berkenan membina atau melaksanakan pendampingan berkala kepada RSUD Soekarno dalam rangka pengembangan dan penguatan salah satu pelayanan kesehatan unggulan, yaitu Pelayanan Gastroenterologi.
Kegiatan ini, sambung Muryono, juga diharapkan mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan kesadaran bagi seluruh peserta yang hadir mengenai Kanker Usus Besar dan dapat diimplementasikan di lingkungan kerja ataupun lingkungan masyarakat sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Babel.
Dan Dokter Ahli Kanker dari RCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH dalam paparannya mengatakan, setiap tahun di Indonesia terjadi peningkatan Kasus Kanker Usus Besar. Begitu juga di Babel, mengalami hal yang sama.
“Kanker Usus Besar atau yang biasa disebut kanker Kolorektal ini, merupakan Penyakit Terbesar Kedua yang menyebabkan kematian setelah Penyakit Jantung bagi Pria, dan Penyakit terbesar Ketiga bagi Perempuan,” jelas Prof Murdani.
Oleh sebab itu, dirinya berharap masyarakat secara dini melakukan Pemeriksaan atau screening untuk mengetahui adakah potensi pada dirinya akan Kanker Usus Besar ini, sehingga dapat secara cepat ditangani sebelum masuk ke dalam fase lebih lanjut.
Pola gaya hidup tidak sehat seperti Merokok, sering makan daging merah atau produk olahan, minum alkohol, kegemukan, jarang bergerak atau olahraga, menjadi pemicu terkena penyakit ini. Untuk itu, Olahraga dan aktifitas fisik rutin, ditegaskan dia, makan sayur dan buah merupakan langkah tepat dalam pencegahan penyakit ini. Screening perlu dilakukan untuk mendeteksi dan menghentikan Progresi.
Terpisah, Ketua YKI Cabang Utama Babel, Melati Erzaldi berharap kegiatan ini, bukan hanya sekali dilakukan, dan menjadi momentum bersama khususnya orang awam, akan Kepedulian mengenai Penyakit Kanker Usus Besar.
“Setelah dilakukan screening pada masyarakat Babel, nantinya akan dilakukan pendataan sejuah mana masyarakat peduli akan Kanker Usus Besar dan berapa masyarakat yang telah Positif Kanker Usus Besar dapat diketahui,” kata Melati.
Sebagai Ketua YKI Babel, Melati akan selalu berusaha menyebarluaskan mengenai Kepedulian terhadap Kanker itu sendiri. Menurutnya, pencegahan sejak dini merupakan hal sangat tepat dalam menekan angka penderita Kanker melalui sosialisasi preventif termasuk pemberian Vaksinasi.
Seminar tersebut, dikuti Jajaran RSUD Soekarno Babel, Perwakilan OPD di lingkup Pemprov Babel, dan masyarakat dari unsur kesehatan.(Lulus/Humasprov/Adv).

Related posts