RSUD Depati Bahrin Telah Lakukan Survey Akreditasi Kedua

  • Whatsapp
Manajemen dan pegawai RSUD Depati Bahrin (foto: istimewa)

 

SUNGAILIAT- RSUD Depati Bahrin telah melaksanakan survei akreditasi versi 2012 kedua oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit). Akreditasi rumah sakit adalah pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh menteri kesehatan, setelah dinilai bahwa rumah sakit itu memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara berkesinambungan (Permenkes No. 12 tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit).

Survei akreditasi kedua ini bertujuan mempertahankan status Akreditasi Paripurna Bintang 5 yang di dapat sebelumnya dari hasil jerih payah seluruh karyawan beserta management RSUD Depati Bahrin dalam melakukan pelayanan kepada seluruh masyarakat dan dinilai melalui survey Akredutasi sebelumnya pada oktober tahun 2018 silam oleh Kars. Akreditasi paripurna merupakan nilai tertinggi yang diberikan kars.

Adapun tujuan dan manfaat akreditasi rumah sakit diantaranya mningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah saki yang bersangkutan karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien, yang kedua yakni proses administrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan menjadi lebih efisien.

Ketiga, menciptakan lingkungan internal RS yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien, mendengarkan pasien dan keluarga, menghormati hak-hak pasien serta melibatkan merek adalah proses perawatan, memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

Survei Akreditasi ke dua ini melihat kembali 47 element revisi sebelumnya yang meliputi 15 bab/ kelompok kerja (Pokja) antara lain: Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Sasaran Millenium Development Goals (MDGs), Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK), Asesmen Pasien (AP).

Selain itu element lain yakni Pelayanan Pasien (PP), Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB), Manajemen Penggunaan Obat (MPO), Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI), Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK). (rls)

Related posts