RSUD Bangka Selatan Turun Tipe, Komisi I Langsung Koordinasi Dinkes

  • Whatsapp

Komisi I DPRD Bangka Selatan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terkait penurunan tipe Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Selatan dari tipe C ke tipe D seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Babel, Mulyono di salah satu media massa.

“Ini sangat mengagetkan kita, terutama Komisi 1 yang merupakan mitra kerja Dinas Kesehatan. Mengingat baru saja dan belum sampai 1 tahun selesai diakreditasi dan mendapatkan akreditasi naik kelas dari kelas D ke kelas C, dan tiba – tiba hasil riviewnya kembali diturunkan kembali ke semula ke tipe D dengan alasan masih kekurangan SDM,” kata Sekretaris Komisi I DRPD Basel Samsir kepada wartawan Kamis (18/7/2019).

Komisi I rencananya secepatnya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi tentang kekurangan tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis dasar yang baru berjumlah masing – masing 1 dan akan dipenuhi semuanya pada bulan Agustus ini.

“Kita dari sisi anggaran tidak ada masalah sudah disiapkan semua dengan tunjangan dokter spesialis yang cukup besar di angka kurang lebih 60 juta perbulan. Dan pada formasi CPNS 2 tahun terakhir selalu kita buka formasi dokter spesialis dasar mulai dari dokter anak, dokter bedah dan dokter anastesi untuk Bangka Selatan tetapi selalu tidak ada peminatnya,” ungkap politisi PKS ini.

Menurutnya, hal ini dikarenakan tidak adanya alternatif lain (rumah sakit lain) selain RSUD Bangka Selatan sebagai tempat bekerja untuk tambahan dan buka ijin praktek juga sepi inilah yang menjadi salah satu penyebab kosongnya pelamar pada formasi CPNS di Bangka Selatan, dan keengganan para Dokter untuk bekerja di RSUD Bangka Selatan.

“Komisi 1 sudah merekomendasikan Kepala Dinas Kesehatan Supriyadi dan kepada Direktur RSUD Bangka Selatan dr. Zulkifli agar memberikan sanggahan kepada Kementerian Kesehatan dan sekaligus berusaha untuk memenuhi kekurangan 4 dokter spesialis dasar tersebut, untuk mencukupi persyaratan pelayanan spesialis dasar untuk meningkatkan optimalisasi pekayanan kesehatan. Dan sekalian meminta bantuan dari kementerian untuk memenuhi kekurangan tenaga kesehatan tersebut,” pungkas Samsir. (raw/3).

Related posts