RSBT Pangkalpinang Buka Layanan Tes PCR COVID-19 Mandiri, Segini Biayanya

  • Whatsapp

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Selain melayani pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) secara gratis bagi ODP, PDP dan tenaga medis, Laboratorium Biologi Molekuler Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang juga melayani masyarakat yang hendak melakukan tes secara mandiri. Biaya yang dikenakan sebesar Rp1,8 juta.

Direktur Operasional dan Pengembangan Usaha PT RSBT, Fither Romilado mengatakan laboratorium PCR RSBT Pangkalpinang melayani pemeriksaan swab bagi karyawan instansi pemerintahan, BUMN, dan perusahaan swasta yang ingin melakukan tes untuk kepentingan deteksi dini penyebaran Covid-19 maupun untuk kepentingan tugas.

“Kalau untuk yang permintaan sendiri seperti misalnya dari permintaan perusahaan, instansi maupun BUMN yang ingin melakukan tes PCR bagi karyawan kita layani juga tapi ini ada biaya yang harus dibayarkan. Biaya ini sebesar Rp1,8 juta sebagai pengganti untuk biaya reagen, operasional, tenaga analis dan lainnya,” kata Fither, Rabu (3/6/2020).

Baca Lainnya

Selain pegawai pemerintahan dan karyawan, masyarakat umum juga bisa melakukan tes PCR di laboratorium RSBT atas permintaan sendiri. Untuk masyarakat umum yang ingin melakukan pemeriksaan ini, menurut Fither juga dikenakan biaya sebesar Rp1,8 juta.

“Kita juga melayani masyarakat umum yang ingin melakukan tes PCR secara mandiri untuk berbagai kepentingan, misalnya untuk perjalanan atau ingin mengetahui kondisinya terpapar Covid atau tidak. Tapi ini dikenakan biaya seperti pegawai pemerintahan dan karyawan,” ujarnya.

Baca juga: RSBT Pangkalpinang Gratiskan Biaya Pemeriksaan PCR Bagi ODP, PDP dan Tenaga Medis

Untuk masyarakat umum dan instansi yang ingin melakukan pemeriksaan PCR atas permintaan sendiri dikenakan biaya dikarenakan ada biaya operasional yang harus ditanggung RSBT, seperti biaya reagen dan bahan habis pakai.

“Untuk melakukan tes PCR itu ada beberapa bahan habis pakai yang digunakan diantaranya reagen ekstraksi dan reagen PCR. Tapi untuk dua prioritas pertama yakni pasien ODP, PDP yang mendapatkan rujukan rumah sakit dan tenaga kesehatan itu tidak dikenakan biaya imbal jasa,” katanya. (***)

Related posts