by

Rokok Konvensional & Rokok Elektrik Sama Bahayanya

Perwakilan anak dari Forum Anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung foto bersama disel-sela Sosialisasi Kesehatan Reproduksi (Kesrespro) dan Bahaya Rokok Bagi Anak sebagai Pelopor dan Pelapor, yang belangsung di Hotel Novotel, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (21/2/2019).(foto: ist).

60 Anak Ikuti Sosialisasi Kesrepro & Bahaya Rokok

PANGKALANBARU – Sebanyak 60 perwakilan anak dari Forum Anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengikuti Sosialisasi Kesehatan Reproduksi (Kesrespro) dan Bahaya Rokok Bagi Anak sebagai Pelopor dan Pelapor.

Kegiatan yang diselenggarakan DP3ACSKB Babel, fasilitasi kegiatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) ini, berlangsung RI di Hotel Novotel, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (21/2/2019).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Kesejahteraan dari Deputi Tumbuh Kembang Anak, Christianita, dan Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto.

Christianita dalam paparannya menjelaskan, rokok konvensional dan rokok elektrik (vape) sama bahayanya. Ada tiga kandungan berbahaya didalamnya, yakni propilen glikol yang dapat mengiritasi paru-paru hingga menyebabkan asma dan sesak.

Sementara kandungan nikotin dalam rokok mengakibatkan candu dan memicu depresi, pusing, gemetar dan kerusakan paru-paru, serta kandungan perisadiasetil yang dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

Lebih jauh dijelaskan oleh Christianita, jenis perokok ada dua, yakni perokok aktif dan perokok pasif. Namun yang paling berbahaya adalah perokok pasif, terutama pada ibu hamil, bayi atau anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih rentan. Pada bayi yang terpapar asap rokok bahkan bisa menyebabkan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau kematian secara mendadak.

“Sebanyak 34,71% anak usia 5-17 menghisap lebih dari 70 batang rokok per minggu,” ujar Christianita.

Mulyono saat mengisi materi tentang kesehatan reproduksi remaja mengemukakan, bahayanya pergaulan bebas dan perilaku seks menyimpang yang banyak memberikan dampak negatif salah satunya tertularnya penyakit kelamin.

Pada kesempatan sama, Kepala DP3ACSKB Babel, Susanti, mengatakan, pihaknya berencana mengadakan lagi pertemuan forum anak tingkat Provinsi Babel. “Ajak kawan-kawan yang ingin ikut terlibat aktif di Forum Anak Babel ini,” seru Susanti.

Susanti juga mengingatkan agar anak Bangka Belitung bisa berprestasi dan tidak melakukan perkawinan pada usia anak.

Erwin, Peserta Sosialisasi dalam kesempatan itu, mengaku, dirinya pernah menjadi perokok aktif karena pengaruh lingkungan.(rell/3).

Comment

BERITA TERBARU