by

Rohis Membentuk Generasi Islam yang Literat dan Moderat

Oleh: Ari Sriyanto, S.Pd.I
Guru PAI & Budi Pekerti SMA Negeri 4 Pangkalpinang

Ari Sriyanto, S.Pd.I

Pendidikan Agama Islam sebagai pendidikan moral bertujuan untuk mewujudkan karakter peserta didik yang memahami, meyakini, dan menghayati nilai-nilai Islam, serta memiliki komitmen untuk bersikap dan bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut, dalam kehidupan sebagai pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan warga dunia. Kegiatan ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam adalah upaya pemantapan, pengayaan, dan perbaikan nilai-nilai, norma serta pengembangan bakat, minat, dan kepribadian peserta didik dalam aspek pengamalan dan penguasaan kitab suci, keimanaan, ketaqwaan, akhlak mulia, ibadah, sejarah, seni, dan kebudayaan Islam, dilakukan di luar jam intrakurikuler, melalui bimbingan guru PAI, guru mata pelajaran lain, tenaga kependidikan dan tenaga lainnya yang berkompeten yang dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah.

Kemah ROHIS Nasional ke-3 tahun 2018 pertama kali dilaksanakan di daerah, yang mendapat kehormatan pertama adalah Bangka Belitung, sebagai tuan rumah dalam event rutin dua tahunan ini. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Perkemahan Rohani Islam (Rohis) bagi siswa SMA/SMK ini di Bumi Perkemahan Juru Seberang Kabupaten Belitung (Selasa, 6 November 2018). Kegiatan ini sangat setrategis sebagai ajang shilaturrahim bagi Guru PAI dan Pengurus Rohis secara Nasional yang pesertanya mencapai 1.200 lebih. Tema besar yang diusung dalam Kemah Rohis Nasional ke-3 ini adalah; Rohis Membentuk Generasi Islam yang Litear dan Moderat.

Rohis adalah organisasi yang ada dalam struktur kepengurusan OSIS berfungsi sebagai forum mentoring, dakwah, dan sharing untuk memperkuat keislaman peserta didik. Dinamika perkembangan Rohani Islam (Rohis) di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan arah yang cukup menggembirakan. Sebagai salah satu wadah aktualisasi siswa yang merupakan bagian dari struktur Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), keberadaan Rohis dirasakan seperti oase yang memberikan warna berbeda dalam belantika dunia remaja yang sarat dengan hedonisme, apatisme, dan sikap mementingkan diri sendiri. Beragam peristiwa negatif yang kerap terjadi dikalangan remaja seperti aksi kekerasan, penggunaan obat–obatan terlarang, fenomena pergaulan bebas, memunculkan keprihatinan yang teramat dalam karena masa remaja merupakan “usia emas” yang seharusnya diisi dengan hal – hal bermanfaat serta mengukir prestasi.

Pengurus Rohis di SMA dan SMK khususnya, adalah pionir perubahan yang diteladani oleh anggota maupun siswa pada umumnya. Dengan kata lain, aktivis Rohis merupakan uswah hasanah dalam hal menyeimbangkan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengamalan nilai–nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari–hari. Aktivis Rohis di SMA dan SMK, disamping harus memiliki integritas pribadi dalam bentuk kekokohan akhlak, seyogyanya juga memiliki prestasi akademik yang baik, sehingga profil manusia muslim yang kaffah dapat tercermin dari pribadi–pribadi pengurus/anggota Rohis SMA dan SMK.

Di antara tujuan dari kegiatan Rohis adalah membentuk kepribadian muslim yang representatif dalam upaya kaderisasidakwah Islam yang berkesinambungan sehingga syi’ar Islam terus berkembang secara damai dan lebih dinamis sesuai perkembangan zaman. Rohis di SMA dan SMK perlu mengembangkan kegiatan–kegiatan keislaman dengan format yang lebih menarik sehingga dapat menimbulkan antusiasme segenap civitas sekolah untuk mengikutinya. Kegiatan yang diadakan oleh Rohis setidaknya memiliki dua sasaran: pertama, Kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan ajaran Islam bagi Internal pengurus/anggota Rohis itu sendiri. Kedua, kegiatan yang ditujukan untuk mengenalkan atau menyosialisasikan nilai–nilai ajaran Islam kepada pihak–pihak eksternal Rohis, seperti guru, pegawai tata usaha, penjaga sekolah/petugas kebersihan, dan sebagainya. Masing–masing sasaran tersebut perlu mendapatkan “sentuhan” Rohis dengan metode yang sesuai sehingga tidak justru menimbulkan kotradiksi terhadap ide–ide kebaikan yang disampaikan. Peningkatan profesionalisme Rohis dalam aspek manajemen organisasi terutama pada sisi pengelolaan program dan kegiatan, harus mendapatkan pembinaan yang berkesinambungan agar output yang dihasilkan dapat efektif sesuai dengan tujuan.

Persoalan lain yang perlu diantisipasi oleh pengurus/anggota Rohis SMA dan SMK adalah kemungkinan masuknya paham– paham radikal yang mengatasnamakan agama. Prinsip–prinsip ajaran Islam, bagaimanpun tidak melegitimasi adanya penggunaan bentuk kekerasan dengan alasan untuk “mendakwahkan” kebenaran. Islam dengan semangat rahmatan lil ‘alamin sepatutnya dihadirkan dengan wajah yang damai dan penuh kasih sayang, yang dengan itu semua boleh jadi akan membuka pintu hati manusia untuk lebih mengenal dan memahami Islam atas dasar kesukarelaan. Hal ini merupakan contoh keteladanan Rasulullah SAW dalam rentang waktu 22 tahun perjalanan dakwahnya.

Melihat peran dan fungsi Rohis yang demikian strategis dalam pengembangan Pendidikan Agam Islam di SMA dan SMK, khususnya ditinjau dari aspek pengalaman kepemimpinan, maka Direktorat Pendidikan Agama Islam Ditjen Pendidikan Islam kementerian Agama RI berkepentingan untuk mengadakan Kegiatan Perkemahan Rohis SMA/SMK. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah peningkatan silaturahim, wawasan, dan pengetahuan pengurus Rohis agar mampu menerapkan nilai–nilai Islami yang rahmatan lil ‘alamin dalam menyelenggarakan kegiatannya secara lebih professional dan sistematis demi menguatkan peran dan fungsi Rohis dalam membangun budaya beragam disekolah. Melalui Perkemahan Rohis, diharapkan para pengurus/anggota Rohis memiliki kompetensi yang cukup untuk mendinamisasikan nuansanuansa keislaman di sekolah. “Selamat Datang di Bumi Laskar Pelangi dan Mengikuti Kemah Rohis”.(***).

Comment

BERITA TERBARU