Rio Tersinggung Ada Oknum Larang Ustadz Felix Siauw ke Babel

Masyarakat Muslim Babel Hormati Ulama

PANGKALPINANG – Rencana kedatangan Ustad Felix Siauw ke Kabupaten Belitung untuk melakukan pembinaan serta tausiyah yang digelar oleh Muallaf Center Belitung (MCB) hari ini (14/11/17), ditentang keras oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam. Pasalnya menurut mereka, kedatangan Ustad Felix Siauw melakukan ceramah dan tausiyah di Kabupaten Belitung kuat dugaan berbau politik dan akan memecah belah umat Islam yang cinta akan NKRI.

Menaggapi hal itu, sekretaris DPW PKS Provinsi Bangka Belitung Rio Setiady ketika dikonfirmasi Rakyat Pos, Senin (13/11/2017) merasa tersinggung atas ucapan oknum Ormas tersebut. Selain itu, sejarah umat muslim yang ada di Negeri Serumpun Sebalai, belum pernah menolak kedatangan ulama.

“Sebagai masyarakat Babel yang lekat dengan budaya melayu, saya kira pernyataan tersebut kurang etis. Harus diingat, belum pernah ada sejarahnya masyarakat Babel menolak kedatangan seorang da’i ataupun ustadz di Bumi Serumpun Sebalai ini.

Artis saja kita terima, apalagi seorang dai atau mubaligh,” keluhnya.

Ia pun menambahkan, jika dalam isi ceramah Ustadz Felix yang dinilai melanggar undang-undang dan norma kearifan lokal, tentu dapat diambil tindakan hukum. “Maka sangat disayangkan pernyataan dari oknum yang mengatasnamakan Ormas dan organisasi mahasiswa tersebut.

Jika ada dari isi ceramah yang dianggap melanggar undang-undang atau norma kearifan lokal, baru kita proses ke aparat berwajib,” imbuhnya.

 

“Dak usahlah ikut-ikutan daerah lain yang represif terhadap acara pengajian. Babel sudah sangat kondusif, jangan bikin gaduh dengan statement seperti itu.

Sebagai sorang muslim saya merasa tersinggung dengan statement berbau ancaman seperti oknum tersebut. Ulama adalah pewaris nabi, tak elok jika diperlakukan seperti itu,” pungkasnya.

Seperti yang dilansir sebelumnya, Ketua HMI Komisariat Akademi Manajemen Belitung (AMB), Reza Nopian, menyatakan dirinya akan bersikap tegas untuk menolak kehadiran Feliq Siauw jika nantinya ceramah yang akan disampaikan mengandung unsur politik dan akan membuat umat terpecah belah. “Jika dia datang ke Belitung bicara soal Al-quran dan Hadits silahkan. Tapi kalau Ustad Feliq kesini ceramah beliau terkait lainnya kami menolak dia datang ke Belitung jika beliau membawa paham politik kami tolak. Ini negara NKRI,” kata Reza Nopian kepada Rakyat Pos, Minggu (12/11/17).

Hal ini senada dengan yang disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Belitung, Aldi Renaldi, dan Ketua Banser Kabupaten Belitung, Rore Tria Saputra. Jika nantinya ceramah ustad itu terkait hal lain dirinya akan menjadi garda terdepan untuk menentang. “Kita sama dan satu suara, jangan sampai dengan kedatangan Ustad Felix Siauw ke Belitung, situasi yang semulanya kondusif seperti ini menjadi ricuh dan terpecah belah,” tukas Aldi.

Menurut Aldi, sebaiknya, panitia penyelenggara kegiatan dakwah ini membatalkan niatnya, atau mencari penceramah lain yang masih dianggap merah putih. “Jika yang disampaikan terkait itu, sebaiknya panitia MCB mencari yang lain sebagai penceramahnya, karena masih banyak penceramah yang baik di Indonesia ini,” ucapnya.

Sama dengan Ustad Muhammad Ru’i. Dia mengatakan, juga menentang kehadiran Ustad Felix Siauw, jika hal yang disampaikan dalam ceramah tentang politik. “Kita memang sudah jauh bertentangan, dan sudah memang tidak sependapat, pemahaman kita sangat jauh, meskipun ibadah kita sama. Pak Kyai sudah pernah berpesan hati-hati dengan suatu partai,” kata ustad yang juga Tim Penasehat Perkumpulan Hisan di Jalan Air Baik Desa Pelempang Jaya.

Meski begitu dirinya berharap agar yang disampaikan oleh penceramah bisa menyerukan dan mengayomi umat, serta tidak membuat kegaduhan. “Dakwah kita dukung, yang penting menyejukan, kita juga bergerak dalam bidang dakwah, tapi dakwah yang bisa mengayomi masyarakat,” terangnya. (ron/yan/7)

No Response

Leave a reply "Rio Tersinggung Ada Oknum Larang Ustadz Felix Siauw ke Babel"