Ribuan Wisatawan Kunjungi Hutan Mangrove Tukak

  • Whatsapp
Pemuda Desa Tukak mengumpulkan barang bekas untuk dijadikan barang daur ulang guna menghiasi kawasan wisata Desa Tukak. (foto: raw).

TUKAKSADAI – Sejak diresmikan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Tukak Sadai pada Kamis (2/3/2017) lalu, tercatat ribuan wisatawan lokal mengunjungi Desa Tukak yang juga disebut Desa Wisata Daur Ulang ini.

Selain itu, ada juga beberapa wisatawan manca negera serta wisatawan luar Bangka Belitung. Demikian dikatakan pemuda Desa Tukak Sadai, Oki Putra kepada wartawan Kamis (6/4/2017).

Bahkan menurut pemuda yang aktif di Karang Taruna Kecamatan Tukak Sadai ini, transaksi pada UMKM Desa Tukak mulai menggeliat meski belum maksimal.

Menurutnya, Pemerintah Desa Tukak bersama tokoh masyarakat dan pemuda desa terus mengembangkan objek wisata desa mulai dari belajar pembuatan barang bekas menjadi cindera mata termasuk juga melakukan pembibitan mangrove, serta mengeksplor potensi desa lainnya.

“Kita harapkan dengan terus mengeksplor desa, kawasan wisata ini akan terus dikenal ke tingkat nasional hingga internasional, akan berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa tentunya,” imbuhnya.

Saat ini, Desa Tukak memiliki Hutan Mangrove yang juga di kawasan tersebut terdapat Jembatan Cinta. Para wisatawan dapat menyusuri hutan mangrove serta berfoto di spot-spot yang menarik.

Di lokasi tersebut juga terdapat berbagai macam permainan anak yang terbuat dari barang-barang daur ulang yang bernilai seni seperti pohon botol, taman-taman yang dibentuk dari botol dan ban bekas.

“Selain itu, kita juga berencana mengekslpor wisata air, kita beberapa hari ini bersama-sama belajar mengeksplorasi barang bekas bersama Mbak Ncie, memanfaatkan barang-barang bekas, menjadi barang bernilai dan menghiasi kawasan objek wisata Desa Tukak. Mari berkunjung ke desa kami, para wisatawan akan disuguhkan dengan objek wisata serta panorama yang indah,” pungkas Oki. (raw/3).

Related posts