Ribuan Peserta BPJS PBI Kota Pangkalpinang Terancam Dicoret

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Ribuan pemegang perserta BPJS PBI Kota Pangkalpinang terancam dicoret. Hal ini Tak luput dari terkendalanya anggaran yang tersedia untuk menanggung peserta PBI BPJS Kesehatan tersisa sekitar Rp6,3 Miliar untuk 12.500 orang, dari jumlah peserta saat ini mencapai 19.526 orang dengan kebutuhan anggaran hingga 12 miliar rupiah.

Read More

Dalam penjelasannya, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pangkalpinang Suriyanto, tujuh bulan kedepan akan mengevaluasi terhadap peserta Penerima Biaya Iuran (PBI) BPJS Kesehatan tahun 2020.

Menurutnya, saat ini pihaknya sudah membentuk tim bersama petugas RT untuk mendata kembali setiap kelurahan jangan sampai yang sudah meninggal dunia atau sudah pindah jika ini masih ditanggung.

” Sebelum 7 bulan kita akan melakukan evaluasi kembali kepada peserta PBI. Akan kita data lagi mana yang menerima PBI ini, apakah ada yang sudah meninggal dunia atau sudah pindah jiwa, tapi masih terdata. Ini yang akan kita cek lagi karena kalau tetap terdata artinya masih menjadi beban tanggungan, sedangkan sakit atau tidak sakit harus dibayar,”ujar Suriyanto.

Katanya, walaupun dengan keterbatasan dana saat ini, Dinkes belum akan melakukan pemutusan hubungan kepada perserta PBI di Kota Pangkalpinang. Pihaknya menunggu hasil evaluasi yang saat ini beberapa kecamatan sudah selesai.

Menurutnya, jika hasil evaluasi nantinya jumlah perserta PBI masih 19.526 orang maka pihaknya akan meminta bantuan untuk penambahan dana sekitar 5 miliar rupiah . Dana Rp6,3 miliar ini katanya, hanya bisa membantu sekitar 12.500 orang saja.

“Jika 19.526 peserta maka butuh sekitar 12 miliar rupiah. Tapi kami berharap sebelum 7 bulan kedepan penerimaan PBI ini tetap kami bantu dan tidak ada pemutusan hubungan kepada perserta PBI di Kota Pangkalpinang. Semoga saja anggaran 6,3 miliar rupiah ini cukup,”harapnya.

Lanjutnya, Dinas pun sudah mengajukan kepada tim anggaran Kota Pangkalpinang untuk menyelesaikan permasalahan PBI ini jangan sampai ada masyarakat yang tadinya menjadi perserta PBI karena keterbatasan dana tidak dapat diakomodir lagi sebagai penerima PBI.

“Kami akan tetap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,”tukasnya. (Bum/7)

Related posts