by

Ribuan Hektar Sawah Tercemar Limbah Tambang

-NEWS-187 views
Limbah tambang yang mengalir di saluran irigasi ini mencemari ribuan hektar sawah petani. Ratusan petani Desa Rias mengluh dan protes langsung ke Bupati Bangka Selatan dan Gubernur Babel. (Foto: Dedi Irawan)

Gubernur Perintahkan Satpol PP Cek
Peneliti BPTP Ambil Sampel Air

TOBOALI – Ratusan petani padi di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) mengeluhkan limbah dari aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) di hulu Sungai Desa Bikang yang mencemari air sumber irigasi. Akibatnya, ribuan hektar sawah tercemar dan terancam pertumbuhannya.
“Keluhan petani, tambang TI di hulu Desa Bikang yang mempengaruhi irigasi. Air irigasi sudah coklat akibat TI. Kita harapkan ada solusi dari Pak Gubernur dan Pak Bupati,” kata Kepala Desa Rias, A Gani pada acara panen perdana IP 200 di areal persawahan Demplot M Tani Desa Rias, Rabu (10/10/2018).
Sementara itu, Bupati Basel Justiar Noer mengatakan Pemerintah Kabupaten Basel nantinya bersama-sama Pemprov Babel akan menyelesaikan persoalan tambang tersebut. Dia mengakui tidak melarang aktivitas tambang, namun harus seimbang dan tidak merugikan pihak lain.
“Menambang tidak masalah namun harus sesuai regulasi, seimbang dan tidak merugikan. Bendungan irigasi Mentukul ini menampung debit air bukan hanya dari Bikang saja, tetapi juga dari Jeriji dan Serdang. Jika sudah tercemar limbah, otomatis mencemari irigasi dan sawah petani,” ungkap Justiar.
Senada dikatakan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. Dia menegaskan akan memerintahkan personel Satpol PP Provinsi Babel berkoordinasi dengan Polres Basel untuk mengecek lokasi tambang Desa Bikang yang dikeluhkan masyarakat petani.
“Nanti akan kita BKO-kan Satpol PP bersama Polres Basel melihat langsung TI Desa Bikang yang disampaikan tadi. Kita akan cek tambangnya, apakah IUP PT Timah atau bukan. Jika PT Timah, dilakukan pembinaan saja, limbah tambangnya dialihkan ke tempat lain. Sawah Desa Rias jangan dengan kawasan perkebunan sawit karena akan berpengaruh, jika ada kebun sawit pindahkan saja ke lokasi lain,” kata Erzaldi.
Sementara itu, Peneliti BPTP Babel, Asmadi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mengambil sampel air yang diduga tercemari limbah tambang Desa Bikang.
“Nantinya akan diuji sampel airnya, apakah mengandung logam berat dan bagaimana ketersediaan unsur haranya, karena akan berpengaruh pada kebutuhan pemupukan, namun saat ini hasilnya belum ada karena sampel air-nya baru kita ambil untuk diuji,” kata Asmadi. (raw/10)

Comment

BERITA TERBARU