Ribuan Burung Beragam Jenis Dilepas

  • Whatsapp
Umat Budha melepas ribuan Burung di kaki Bukit Pau kawasan Gunung Mangkol, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.(foto: bis).

Rangkaian Hari Raya Waisak

PANGKALANBARU– Ribuan burung dari beragam jenis dilepas di lokasi pembibitan milik Yayasan Gunung Mangkol Lestari (GML) di kaki Bukit Pau kawasan Gunung Mangkol, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (22/4/2017).

Pelepasan burung atau dalam istilah China dengan sebutan fang sen tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2561 yang digagas oleh umat Budha.

Gubernur Babel terpilih, Erzaldi Rosman Djohan dalam sambutannya mengapresiasi acara pelepasan ribuan burung yang diselenggarakan oleh GML dan Alobi Babel serta berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi demi terselenggaranya acara itu.

“Selesai perencanaan pelepasan burung dan penanaman pohon ini, kita berharap pemerintah tetap melestarikan Gunung Mangkol ini. Target kita untuk mengembalikan hutan yang ada di Gunung Mangkol ini sehingga banjir di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya dapat segera teratasi,” harap Erzaldi ditemui Rakyat Pos, usai acara itu.

Menurutnya, Gunung Mangkol sebagai kawasan yang membentang seluas enam ribu hektar, merupakan kawasan yang sangat penting. Meski berada di wilayah Bangka Tengah, namun memegang peranan utama untuk turut menopang Kota Pangkalpinang.

“Mangkol ini, bersama Menumbing dan Maras adalah paru-parunya pulau Bangka,” katanya.

Dikatakan Erzaldi, gerakan kepedulian Mangkol tak cuma dilakukan dengan pelepasan burung saja. Namun, melalui Yayasan GML sudah memulainya dengan melakukan pembibitan pohon produktif untuk merevitalisasi Mangkol.

“Kita bersyukur kegiatan yayasan ini sudah berjalan. Semua dilakukan dengan ketulusan hati, tanpa adanya bantuan dana pemerintah,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Yayasan GML, Djohan Riduan Hasan menyambut baik pilihan umat Buddha di Bangka yang tahun ini memilih Mangkol yang telah ditetapkan sebagai kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), sebagai lokasi untuk pelepasan burung.

“Hari ini kita kembali belajar bersahabat dengan alam, merangkul kehidupan bersama lingkungan dan bersahabat dengan habitat. Lebih membanggakan lagi, hari ini kita membuktikan bahwa kebersamaan itu adalah indah dan perbedaan itu adalah anugerah. Sinergi menciptakan kehidupan yang harmoni dan hari ini adalah salah satu bukti bahwa dengan bersama kita menjadi lebih bermanfaat dan lebih berarti. Baik berarti bagi diri sendiri, berarti bagi organisasi, berarti bagi manusia lainnya bahkan berarti bagi alam dan lingkungan,” kata Aping sapaan akrab Djohan Riduan Hasan.

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Waisak, Abet Suhaian menambahkan, acara yang bertema ‘Menjaga Kebhinnekaan dan Kebersamaan’ ini terselenggara dengan baik, berkat adanya kerjasama dan dukungan dari Yayasan Gunung Mangkol Lestari dan aktivis lingkungan dari Animal Lovers of Bangka Island (ALOBI).

Acara pelepasan itu dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kalangan yang berbaur menjadi satu dalam kegiatan itu.

Pelepasan ribuan burung itu juga dihadiri oleh Wisnu Widianto selaku Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Babel, Danrem 045/Garuda Jaya Kolonel Inf Tjaturputra Gunadi Genah dan Dandim 0413/Bangka Letkol Inf Daniel SP Lumban Raja.

Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Babel Ceppy Sanyang juga hadir di acara pelepasan burung itu. (bis/3).

Related posts