Revitalisasi Budi Pekerti Pemuda

No comment 196 views

Oleh : Rangga Pratama
Anggota Komunitas Aksara Muda Babel

Rangga Pratama

Dahulu, yang banyak orang ketahui Indonesia sangat terkenal dengan sifat sopan-santun, ramah tamah, dan sifat sosial antar sesama sangat tinggi. Sifat tolong menolong antar umat beragama. Tetapi, kenapa semua itu sudah sangat jarang terlihat, bahkan seakan sudah menjadi kebiasaan yang sangat sulit ditemukan.

Apakah kita semua akan terus seperti ini Yang hanya bisa diam melihat semuanya terjadi.
Karena bagi para ulama yang kita semua ketahui, sifat berkehidupan sosial ataupun sifat tolong menolong begitu dianjurkan, baik itu kita ambil dari pandangan agama maupun di mata hukum negara kita. Seharusnya, kita merasa sedih dengan cara kehidupan kita semua di masa sekarang. Karena kebanyakan dari kita lebih memilih cara hidup individu, yang hampir semuanya dilakukan dengan kesendirian.
Apakah mungkin salah satu faktor terjadinya hal tersebut dikarenakan teknologi seperti sekarang Teknologi yang begitu pesat perkembangannya Jawabannya tentu ya.., memang benar, kita banyak terbantu dengan teknologi pada masa kita sekarang.
Tetapi, apakah kita harus meninggalkan kebiasaan di masa lampau yang kita semua tahu bahwa itu salah satu kebiasaan positif yang terkenal dari negara kita. Coba kita pikirkan kembali, bukankah semua itu suatu kebanggaan yang dimiliki oleh negara ini, dan tidak banyak dimiliki oleh negara lain di luar sana. Suatu kebanggaan yang tidak ternilai di mata orang asing yang datang ke negara ini. Yang tanpa kita sadari, itu salah satu alasan mereka senang berkunjung ke negara kita.

Selain mereka ingin menikmati panasnya pantai negara teropis seperti negara kita.
Tetapi setidaknya hal utama yang membuat mereka sangat ingin berkunjung karena sudah tidak asing di telinga mereka, cara berkehidupan sosial di negara kita.
Coba kita bayangkan apa yang akan terjadi jika mereka tahu bahwa negara Indonesia sekarang bukanlah negara Indonesia yang dahulu mereka ketahui. Indonesia sekarang adalah Indonesia yang jauh dari sifat sosial antar sesama mahluk ciptaan Tuhan, sifat saling tegur sapa kepada siapa pun baik itu yang kita kenali atau pun yang tidak kita kenali.
Bukankah itu suatu hal yang memalukan untuk negara kita, jika mereka yang dulunya bangga akan negara kita setelah tahu cara berkehidupan di negara kita sekarang. Jelas memalukan! Apalagi ditambah dengan gaya hidup di negara kita sekarang yang lebih mementingkan gengsi di bandingkan harga diri.
Yang ingin tenar dan dikenali orang banyak, tetapi dengan cara yang kurang etis.
Dan Apakah kita semua harus terus menerus berada di radius ini Yang tidak pernah peduli dengan kehidupan kita kelak juga keturunan di masa yang akan datang.
Kita sekarang telah mulai meninggalkan sifat positif tersebut. Bagaimana dengan kehidupan anak-anak kita kelak di masa yang akan datang. Kehidupan Yang akan selalu bergantung dengan teknologi tanpa harus memerlukan bantuan orang lain! Sadarkah kita semua bahwa kita telah di pecah belah kan oleh teknologi. Yang dulunya kita teguh karena persatuan dan sekarang harus hilang dengan seiringnya waktu.
Karena, bila sekarang saja kita telah menganut cara berkehidupan  yang salah dan juga individu, tidak dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dapat kita contohkan bila kita selalu menjalani kehidupan dengan sifat individu.
Bila kita sendiri sudah enggan meminta pertolongan orang lain. Mungkin untuk menolong orang lain pun kita sudah agak keberatan. Benar saja itu bisa terjadi, karena Kita semua terlalu dibodohi oleh teknologi. Mungkin karena kita merasa telah dimanjakan oleh ternologi tersebut. Teknologi dapat menyediakan apa yang kita inginkan. Semua bisa kita temui sendiri tanpa harus bertanya dengan orang lain juga masyarakat luas di luar sana. Tetapi, tanpa kita sadari bahwa akan berdampak buruk untuk kehidupan sosial di masa yang akan datang. Sudah saatnya kita merevitalisasi budi pekerti para Pemuda kita yang selama ini seakan kehilangan arah lantaran tak sanggup membendung arus teknologi kearah yang kurang baik. ().

No Response

Leave a reply "Revitalisasi Budi Pekerti Pemuda"