Respon Keluhan Soal Pengerit BBM Bersubsidi, Gubernur Undang GM Pertamina Babel

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Sebagai bentuk respon dan tindaklanjut keluhan para sopir sejumlah angkutan umum dan truk di Bangka Belitung, soal sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dikarenakan banyaknya pengerit, membuat Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengundang GM Pertamina yang menangani BBM Bersubsidi di wilayah Babel.

Pemanggilan terhadap GM Pertamina ini, dikatakan Gubernur, dilakukan untuk mencari solusi terbaik atas keluhan para sopir truk ini. Demikian disampaikan Gubernur ketika menerima sopir dari sejumlah jenis truk di Babel, Rabu (2/10/2019) di Ruang Transit Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang.

Rusbani, Plt Kepala Dinas ESDM Babel, yang hadir dalam kesempatan itu menambahkan berdasarkan petunjuk Gubernur untuk menindaklanjuti keluhan itu, pihaknya sudah menyampaikan undangan kepada GM Pertamina untuk Wilayah Babel, agar bisa hadir dalam pertemuan bersama Gubernur yang akan digelar Kamis (3/10/2019) di Kantor Gubernur.

Sebenarnya, kata Rusbani, Gubernur sudah mengundang Pihak Pertamina untuk hadir dalam pertemuan berkenaan dengan persoalan yang dihadapi Sopir sejumlah jenis truk dan kelompok masyarakat tersebut, namun yang datang bukan pihak yang bisa mengambil keputusan.

“Kami ingin persoalan pengerit BBM Solar bersubsidi seperti yang dikeluhkan masyarakat itu, bisa diselesaikan dan diatur dengan baik, tanpa harus ada gesekan-gesekan yang merupakan semua pihak. Sebab, ini juga kan kaitannya ada dengan pertambangan,” ungkap Rusbani.

Dijelaskan Rusbani, Pemprov sudah bersepakat dengan pihak-pihak terkait berkenaan dengan persoalan BBM Solar bersubsidi ini. Aturan awalnya, bagi pengerit BBM Solar Bersubsidi di SPBU hanya diberikan maksimal 20 liter, dan truk-truk pengangkut sembako dan kebutuhan masyarakat umum lainnya, 60 liter.

Namun, dengan situasi yang ada, ditambahkan Rusbini, berubah menjadi 40 berbanding 60.

“Sementara, kita akan atur, bisa saja nanti melalui BUMD Babel menyiapkan penampungan kekurangan solar bagi truk. Jadi, mereka tidak perlu lagi harus antri begitu panjang di SPBU. Kalau ada kekurangan akan ditutupi oleh BUMD Babel. Itu salah satu solusi dari Pemprov Babel, seperti disarankan Pak Gubernur,” ujar Rusbani.

Tapi, aturan itu, kata dia, harus didukung oleh SPBU-SPBU. “Karena Pertamina yang mengeluarkan perizinan di SPBU, nanti juga kami akan mengundang Pertamina untuk memecahkan masalah ini. Sore besok (Kamis-red) kami akan gelar pertemuan lagi dengan Pimpinan Pertamina yang bisa mengambil keputusan. Hari ini memang kita telah mengundang pihak pertamina, namun yang dikirim bukan yang bisa mengambil keputusan. Makanya kita akan undang GM nya, sehingga nanti bisa memberi keputusan berkenaan dengan antri ngerit BBM Bersubsidi di hampir seluruh SPBU di Babel ini,” tegas Rusbani.

Rusbani menyebutkan, yang sering terjadi masalah BBM solar bersubsidi ini memang di Babel. Bukan karena tidak cukup BBM nya, tapi karena ada aktivitas pertambangan timah. Kalau soal kuota BBM dari Pertamina, kata Rusbani, sudah sesuai pembagiannya.

Plt Kadis ESDM Babel menghimbau kepada para pengerit dan SPBU, tolong sesuaikan dengan aturan yang sudah ada. “Janganlah mementingkan kepentingan kita sendiri, tapi juga kepentingan masyarakat umum. Karena truk-truk itukan untuk pengangkutan bahan sembako dan bahan kebutuhan umum lainnya, tidak hanya tambang saja. Kan tempatnya sudah ada masing-masing. Kalau butuh untuk tambang ada tempatnya,” terang Rusbani.

Khusus untuk SPBU, masih dikatakan Rusbani, tidak ada istilahnya memberi atau menyampaikan ke orang-orang yang akan mengisi BBM, ini adalah orang tambang atau bukan, tapi perlakukan sama.

“Sementara, persoalan ini internal Pemprov dengan pihak Pertamina dulu yang mencari jalan keluar dan penyelesaiannya, kita belum melibatkan aparat penegak hukum,” imbuh Rusbani.

Sebelumnya, sopir dari sejumlah jenis truk angkutan umum dan kelompok masyarakat yang ingin identitas mereka tak disebutkan, menyampaikan, sejak beberapa tahun belakangan mereka sangat susah mendapatkan solar bersubsidi.

Untuk bisa mendapatkan BBM jenis Solar bersubsidi itu, mereka harus susah payah mengantri. Bahkan untuk mengantri harus mengeluarkan duit untuk parkir, selepas mereka harus pada jam 1 atau 2 malam memasukan kendaraan ke dalam SPBU.

Tidak sampai disitu, walaupun sudah parkir dan mengantri, mereka para sopir, belum 100 persen besok paginya dengan mudah mendapatkan solar bersubsidi, mereka masih harus berhadapan dengan oknum di SPBU itu.

Diceritakan pula, mereka sering terlibat cek cok, adu mulut, bahkan terkadang lebih dengan pengerit dan oknum-oknum lainnya.

Untuk itu, pihaknya meminta dimudahkan mendapatkan solar bersubsidi, tanpa gangguan dari oknum-oknum dimaksud. Kemudian tanpa harus parkir dari sore atau malam, karena itu banyak membuang waktu mereka hanya untuk mendapatkan BBM Solar bersubsidi.

Bila perlu, disampaikan para sopir dan kelompok masyarakat yang kembali menegaskan minta identitasnya tak diungkap pihak Pemprov, meminta Pemprov Babel menunjuk salah satu SPBU atau pangkalan solar subsidi untuk mereka mengisi BBM solar bersubsidi, yang tidak ada campur tangan pengguna solar lainnya.

Sementara itu, Deden selaku Kepala Operasional Depo Pertamina Pangkalbalam, belum bisa memberikan keterangan mengenai hal ini. Menurut dia, Pimpinan di atas dia lah yang bisa memberikan keterangan.

Ikut hadir dalam pertemuan bersama sopir dan masyarakat angkutan umum itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar, dan Staf Khusus Gubernur Babel, yang juga Direktur BUMD Babel, Prof. Saparudin. (Tim Humas/Diskominfo/Adv)

Related posts