Resmi Ditutup, KMD Bertujuan Membentuk Jiwa Pembina

  • Whatsapp
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bangka Selatan yang diwakili oleh Sumindar foto bersama Peserta Kursus Mahir Dasar (KMD) Tahun 2018, Sabtu (8/9/2018). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel ini dilaksanakan di Gedung Aula. (foto: dedi).

TOBOALI – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bangka Selatan yang diwakili oleh Sumindar secara resmin menutup Kursus Mahir Dasar (KMD) Tahun 2018, Sabtu (8/9/2018). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel ini dilaksanakan di Gedung Aula.

Kursus Mahir Dasar (KMD) ini, bertujuan untuk membentuk jiwa-jiwa pembina yang siap terjun ke Gugus Depan. Kegiatan ini bekerjasama dengan Kwartir Cabang (KWARCAB) Bangka Selatan.
KMD terdiri dari dua sesi.

Sesi Pertama, diselenggarakan di dalam ruangan pada tanggal 1 – 4 September 2018. Sesi ini peserta menerima materi-materi dengan menggunakan metode Discussion Group sesama peserta serta fasilitator pelatih dari Kwarcab Bangka Selatan Selatan.

Adapun materinya adalah Silabus, Sistem Penilaian, Program Latihan, UU Gerakan Pramuka, Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, AD dan ART Gerakan Pramuka, Peraturan Menteri (PERMEN) 63, Keputusan Presiden (KEPRES) 238/1961, Kiasan Dasar, Cara membina menurut sifat dan kejiwaan peserta didik, Seragam Pramuka dan Tanda Pengenal, Memahami peserta didik, Sistem Among, Peran Tugas dan Tanggung Jawab Pembina, Cara menguji Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), Syarat Pramuka Garuda, Upacara Buka Tutup, Tata cara pelantikan, Dewan Satuan, Administrasi Gugus Depan, Struktur Organisasi, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA), Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD), Majlis Pembimbing Gugus Depan.

Sesi Kedua, KMD diselenggarakan di Out Door atau diluar ruangan, dilaksanakan dari tanggal 5 – 8 September 2018. Sesi ini di adakan dengan kegiatan berkemah, adapun tempat berkemah diselenggarakan di Bumi Perkemahan Junjung Besaoh Bangka Selatan, selama tiga hari dua malam.

Materi di kegiatan out door ini adalah Penyusunan Program Berkemah, Kegiatan bagi peserta didik, Cara mendirikan tenda, kehidupan perkemahan, Mengelola Satuan Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, Kegiatan menarik, Permainan sebagai alat pendidikan, Metode Kepramukaan, Program peserta didik, Rencana latihan, Project Works, Sejarah Pramuka, World Organization of Scout Movement (WOSM), Lambang Gerakan Pramuka, Api unggun sebagai alat pendidikan, Penjelajahan, Wide Games.

Dalam sambutan Sumindar, MSi, menyampaikan, KMD ini sangat penting bagi calon pembina yang akan terjun langsung di Gugus Depan, selain calon pembina diberi materi-materi yang begitu banyak dan saling berhubungan, kegiatan ini juga menunjukkan pemahaman tentang Pramuka. Karena sebelum peserta mendapatkan materi, terlebih dahulu diadakan Pre Test, dengan tujuan mengetahui sejauh mana pemahaman peserta KMD dan setelah semua materi disampaikan dan dipraktekkan diadakan Post Tes.

“Maka dengan itu KMD ini wajib bagi pembina, dengan keikutsertaan di KMD akan menambah bekal pembina untuk membina di Gugus Depan, Pembina memiliki legalitas yang resmi sebagai seorang pembina dan pembina bisa melanjutkan tahap ke jenjang pelatih atau Kursus Mahir Lanjut (KML) yang bertujuan mencetak pelatih-pelatih yang berkualitas. Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia. Salam Pramuka,” jelasnya.

Ketua Kwarcab juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Dinas Pendidikan yang meng – inisiasi kegiatan ini melalui anggaran Dinas Pendidikan. Langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan sangat tepat, ketika dihubungkan pada tanggung jawab bersama menuju pendidikan berkarakter.

Ka Kwarcab menegaskan, ilmu yang didapatkan oleh peserta KMD harus dilaksanakan di tingkat Gugus Depan, dan harus ada evaluasi monitoring agar muncul inovasi – inovasi dalam sistem pembinaan kepramukaan. 64 peserta KMD ini, harus berlanjut menuju KML dan KPD tegas Ka Kwarcab (raw/3)

Related posts