Residivis Narkoba Terancam Hukuman Mati

  • Whatsapp
Kabag Ops Polres Bangka, AKP Faisal Fatsey didampingi Kasatres Narkoba memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu dan handphone milik dua terduga pelaku peredaran obat terlarang, di Mapolres Bangka, Selasa (10/9/2019). (foto: Zuesty)

BB Sabu Diatas 5 Gram

SUNGAILIAT – Residivis bandar narkoba Mo alias Boy terancam hukuman mati atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 7,35 gram. Boy untuk kedua kali ditangkap Tim Resnarkoba Polres Bangka, di rumah orangtuanya di Maria Goreti, Sungailiat akhir bulan lalu. Bersama Boy polisi juga meringkus rekannya berinisial Lo (27) warga Sinar Baru Sungailiat.

Kabag Ops Polres Bangka AKP Faisal Fatsey dalam konferensi persnya kepada sejumlah wartawan, Senin (10/9/2019) mengatakan kedua pelaku diringkus di tempat berbeda dan diduga sebagai bandar narkoba.

Penangkapan dipimpin langsung Kasatres Narkoba, mulanya petugas mengamankan Boy sekitar pukul 18.30 WIB, barang bukti sabu tersebut disimpan dalam tas berwarna hitam yang dibawa pelaku saat itu.

Pada tas pelaku tim temukan bungkus plastik bening berisikan kristal putih dibalut tisu di dalam kotak rokok Sampoerna hijau. AKP Faisal mengatakan selain sabu, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya berupa satu buah hp merek Samsung J2 warna putih dan Nokia warna biru.

Tim Resnarkoba selanjutnya melakukan pengembangan dengan menangkap LO pada hari yang sama. Pria 27 tahun tersebut ditangkap di seputaran Kuday Sungailiat pada pukul saat masih di dalam mobil carry pickup dengan plat nomor BN 8355 QB.

“Jadi dihari yang sama juga kita amankan satu tersangka lagi di dalam mobil di daerah Parit Empat kudai dan ditemukan satu bungkus plastik bening berisikan kristal putih di dalam kotak rokok di saku celana kanan dan satu lagi di saku celana kiri,” tambah Faisal.

Dari tangan Lo, polisi mendapati 1,38 gram sabu dan mengamankan satu unit mobil carry pikup BN 8355 QB, satu unit hp asus warna putih, satu bungkus kotak rokok A Satu dan signature.

Ia mengatakan Boy sebelumnya pernah ditangkap dan dihukum dengan kasus yang sama. “Tersangka ini merupakan residivis, ini kasus kedua kalinya. BBnya ini sampai 7,35 gram atau sekitar 7 juta rupiah,” tambah Faisal.

“Untuk tersangka LO kita berat dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” katanya.(2nd)

Boy sendiri dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan 20 tahun hingga seumur hidup atau hukuman mati.

“Ancaman hukumannya minimal 20 tahun maksimal seumur hidup bahkan hukuman mati karena BB-nya diatas 5 gram,” terangnya. (mla/2nd/6)

Related posts