by

Residivis Narkoba Disergap Lagi

PANGKALPINANG – HE, residivis yang terjerat dalam dalam perkara dugaan narkotika ini tak berkutik saat diringkus oleh Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNNP Babel) dan BNN Kota (BNNK) Pangkalpinang di kediamannya di Jalan Sungai Selan, Desa Mangkol, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah pada Sabtu (2/3/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Alhasil, tim BNN berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 18 narkotika jenis methamphetamine atau sabu dan satu unit handphone (Hp) dari tangan pelaku.

Kepala BNNK Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan menuturkan bahwa pelaku HE berhasil ditangkap bermula ketika pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat.

“Info ini menyatakan bahwa ada beberapa orang yang dicurigai sebagai pengedar barang terlarang ini kepada masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya. Kami mengawali penyelidikan di Kacang Pedang, Kampak, Kerabut dan kami sempat monitor di daerah Kampung Dul yang akhirnya tim berhasil menyergap pelaku pada malam Minggu,” tutur Ichlas didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Babel AKBP Noer Wisnanto saat konferensi pers di Gedung BNNK Pangkalpinang, Senin (4/3/2019).

Ia mengungkapkan, pelaku saat ini merupakan resedivis narkoba yang masih menjalani pembebasan bersyarat (PB) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Selindung Pangkalpinang.

“Beliau ini resedivis, masih PB di lapas kita. Pada saat kami sergap berhasil menemukan diduga narkotika jenis sabu sebanyak 18 bungkus atau satu kilogram kurang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ichlas menyebut, sabu di rumah pelaku diduga disembunyikan dekat kloset di kamar mandi dan dikemas dalam kotak kamuflase banyak kabel.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa pelaku untuk sementara ini dipersangkakan penyidik BNN dengan jeratan Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 144.

“Dalam pasal tersebut, yang bersangkutan (HE) kami cantumkan hukuman maksimal dan dia residivis terancam hukuman mati,” tegasnya.

Dia menambahkan, proses penyidikan lebih lanjut nantinya akan dilimpahkan ke BNNP, mengingat pada saat penangkapan pelaku diamankan di wilayah Bangka Tengah. (bis/6)

Comment

BERITA TERBARU