Resedivis Nekat Gasak Asrama Polisi

  • Whatsapp
Tersangka As saat diperiksa penyidik Polsek Tanjungpandan, Rabu (22/1/2020). (Dodi Iskandar)

TANJUNGPANDAN – Aksi residivis pencurian berinisial As ini, memang terbilang berani. Entah disengaja atau karena tidak memilih target, As nekat menggasak barang berharga di asrama kepolisian di Jalan Merdeka Kelurahan Kota Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Apesnya, As kepergok warga saat hendak membawa kabur barang curiannya pada Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 04.00 WIB. Bahkan As sempat terjadi kejar-kejaran dengan warga, beruntung dirinya dapat meloloskan diri sehingga As selamat dari bulan-bulanan massa waktu itu.

Read More

Pria asal Pangkalpinang yang sudah beberapa kali menjalani hukuman kasus yang sama tersebut akhirnya tertangkap beberapa hari kemudian tepatnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusatara Tanjungpandan kemarin siang (21/01/2020).

Kapolsek Tanjungpandan AKP Poctak S.T Purba mengatakan, pelaku berhasil ditangkap berdasarkan laporan yang diterima Polsek Tanjungpandan dengan nomor LP/ B-3/1/2020 pada, Sabtu (18/1/2020) atas nama Nurul Huda Syalsabila.

Setelah itu, anggota melakukan penyelidikan, diketahui pelaku berada di dan langsung dilakukan penangkapan.

“Pelaku ditangkap sekitar pukul 10.00 wib tanpa perlawanan,” kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Poctak S.T Purba kepada Rakyat Pos, Rabu (22/1/2020).

Ia menjelaskan, pelaku melakukan aksinya sendirian pada pukul 04.00 wib dengan cara merusak ventilasi pintu dapur.  Setelah masuk, pelaku mengambil barang berharga seperti laptop merek Asus, handphone Xiaomi S2, dan satu buah tas sandang.

“Sempat dilakukan pengejaran oleh masyarakat akan tetapi pelaku berhasil melarikan diri. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sebesar Rp.9.900.000 ,” jelas AKP Poctak S.T Purba.

Berdasarkan pengakuan motif pelaku melakukan pencurian karena masalah ekonomi melihat hasil tangkapan melaut tidak ada hasil guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama tujuh tahun penjara,” ungkap Kapolsek Tanjungpandan AKP Poctak S.T Purba.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan pengamanan dengan cara mengunci rumah apabila ingin keluar.

Selain itu juga, kami pihak Polsek Tanjungpandan berpesan kepada Kepala Desa, RT dan masyarakat agar mengaktifkan kembali program ronda malam di wilayah masing-masing agar tercipta pengamanan yang lebih. (dod/6)

Related posts