Rentetan Aksi Perampokan Bersenjata, Polisi Curigai Oknum Aparat Terlibat

  • Whatsapp

Kantongi Nama-nama Pelaku
Kapolres: Kita Masih Kumpulkan Bukti-bukti

TANJUNGPANDAN – Polres Belitung menjadikan kasus perampokan bersenjata yang terjadi beberapa pekan lalu sebagai atensi. Maklum, kasus perampokan yang telah yang terjadi di beberapa tempat ini, pelaku menggunakan senjata api untuk menakut-nakuti para korbannya.

Tidak hanya itu, saat aksi komplotan di Jalan Buding, Kecamatan Badau para pelaku sempat melakukan tembakan ke udara sebanyak dua kali. Dari informasi yang dihimpun Rakyat Pos, korban mengalami kerugian sekitar Rp 40 juta.

Dalam pengungkapan kasus pihak kepolisian sangat berhati-hati, apalagi dari upaya penyelidikan terhadap pelaku kini ada beberapa orang sudah dicurigai. Bahkan, diduga merupakan oknum aparat.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan bahwa kini pihaknya telah mengantongi beberapa nama para pelaku. Namun untuk dilakukan penangkapan masih dalam upaya pengumpulan bukti-bukti yang cukup.

“Sudah ada mengarah ke beberapa pelaku. Namun masih ada alat bukti yang kurang untuk dilakukan penangkapan, seperti keterangan saksi serta foto-foto yang belum kita klarifikasi,” jelas Kapolres Belitung kepada Rakyat Pos, Selasa (18/06/19).

Menurut Yudhis, pelaku merupakan oknum aparat yang masih aktif berdinas di salah satu instansi yang ada di Belitung. Hal itulah yang membuat pihaknya harus betul-betul profesional dalam pengungkapan kasus ini.

“Awalnya kita curiga dengan anggota kita, kita lakukan pengecekan senjata terhadap anggota kita namun masih lengkap. Setelah kita dapatkan nama pelaku yang kita curigai, kita lakukan pengumpulan bukti-bukti,” ujarnya.

Selain itu, dijelaskan oleh Yudhis, bahwa pelaku didalam menjalankan aksinya di tiga TKP (Tempat Kejadian Perkara) tersebut dengan jumlah personil yang berbeda namun pelakunya sama.

“Jumlah pelaku berbeda-beda, namun ciri-cirinya sama berbadan besar dan tinggi. Ada tiga TKP Di Jalan Buding dua kali, terus di meja goyang di Jalan Membalong Kecamatan Tanjungpandan ada satu TKP,” jelas Yudhis.

Masyarakat dalam hal ini diharapkan waspada dan berhati-hati. Terutama saat membawa barang berharga yang mempunyai nilai. Sebab, tidak menutup kemungkinan pelaku akan beraksi kembali. Yudhis menghimbau agar masyarakat miminta pengawalan dalam hal tersebut.

“Kemungkinan ada, kalau ada kesempatan. Kejahatan itukan bukan hanya karena ada niat tapi kesempatan, Kami pihak kepolisian menghimbau agar masyarakat berhati-hati. Jika membawa uang atau barang berharga mintalah pengawalan kepada aparat, ini tidak dipungut biaya kok, gratis,” harapnya.

Untuk pelaporan perkara ini, para pihak korban melaporkannya di Polsek ditiap-tiap lokasi kejadian. Namun, karena ini merupakan atensi dan menggunakan senpi maka dilimpahkan ke Polres Belitung.

“LP ada di Polsek-Polsek, namun karena ini atensi peristiwa ini pelaku menggunakan senpi kita tarik ke Polres Belitung untuk penyelidikannya,” pungkas Yudhis. (dod/6)

Related posts