Rendi Dihabisi Karena Sabu Abal-abal

  • Whatsapp
Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan Rendi Nafila di depan toko Iskandar Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam, Kamis (15/8/2019). Rendi tewas dibunuh Pison dipicu karena narkoba sabu-sabu palsu. (Foto: Dwi Sadmoko)

Odi Status DPO

PANGKALPINANG – Belasan adegan diperagakan dalam rekonstruksi pembunuhan Rendi Nafila, Kamis (15/8/2019). Sebanyak 19 adegan direka ulang oleh tersangka Pison Yesafat. Sedangkan peran korban dan saksi diperankan oleh anggota Reskrim Polres Pangkalpinang.

“Kami melakukan 19 adegan, dari mulai adegan kedatangan pelaku hingga terjadi keributan dan berakhir dengan penusukan oleh pelaku,” terang Kabag OPS Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang.

Rekonstruksi yang digelar di depan toko Iskandar Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam, menjadi tontotan warga sekitar. Terungkap, pada tanggal 1 Juli 2019 sekira pukul 20.00 WIB berawal tersangka memesan narkoba jenis sabu kepada Odi (DPO) sebanyak 1 paket senilai Rp1,4 juta.

Selang waktu dua jam kemudian atau sekitar jam 10 malam Odi bersama korban Rendi Nafila mengantarkan sabu ke kediaman pelaku. Namun belakangan diketahui sabu yang diantar ternyata palsu alias abal-abal.

Hal tersebut dibuktikan saat pelaku hendak menggunakan sabu tiba-tiba berubah menjadi hitam. “Tidak terima mendapati barang palsu, lalu tersangka menghubungi Odi melalui telfon dan SMS dengan maksud meminta uangnya kembali, namun tidak ada respon dari Odi,” jelas Kabag OPS Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang.

Dalam reka ulang selanjutnya, Senin 8 Juli 2019 pukul 01.30 WIB saat pelaku membeli pulsa secara tidak sengaja bertemu dengan korban. “Pada saat bertemu tersangka menegur korban dan menanyakan keberadaan Odi, namun dijawab tidak tahu, selanjutnya tersangka meminta uang namun dijawab ada di Odi,” terang Sihotang.

Mendengar jawaban yang tidak memuaskan, pelaku langsung naik pitam dengan merangkul korban dari belakang. “Pada reka adegan ke-8 saat korban berhadapan dengan pelaku, pelaku mencabut pisau yang terselip di pinggangnya dan langsung menusuk perut korban, namun korban berhasil menghindar hingga tusukan mengenai bagian pantat korban sebelah kiri,” beber Sihotang.

Merasa tidak puas, pelaku menyerang korban dengan cara memikam bagian lengan belakang tangan kanan dan kepala bagian kiri korban.”Setelah korban tidak berdaya, pelaku lari menggunakan sepeda motor menuju komplek Pasir Garam, dan dalam perjalanan pelaku membuang pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk,” lanjutnya.

Akibat peristiwa tersebut korban mengalami pendarahan hebat, dan tewas saat hendak dibawa warga ke Rumah Sakit Bakti Timah. “Pelaku dijerat Pasal 338 atau pasal 351 ayat 3 KUHP atas penganiayaan yang mengakibat meninggalnya seseorang,” tutup Sihotang. (das/6)

Related posts