Rencana PLTS di Eks Koba Tin Sisakan Persoalan

  • Whatsapp

ESDM Diharap Hibahkan Lahan

KOBA – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dilokasi Eks PT Koba Tin tambang Marbuk masih menyisakan persoalan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) selaku pemilik program mengharapkan pihak ESDM untuk menghibahkan lahan yang telah diajukan tersebut.

“Kita masih terkendala lahan, jadi masih menunggu keputusan hibah untuk dari Kementerian ESDM,” ujar Ibnu Saleh, kemarin.

Wabup mengatakan, persyaratan administrasi dan proses pengajuan untuk penggunaan lahan itu ke ESDM sudah dipenuhi. Bila kedelan dikabulkan, pihak Pemkab Bateng langsung melaksanakan tahapan pengerjaan PLTS didaerah itu.

Baca Lainnya

“Sudah kita lakukan semua proses dan sudah dipenuhi. Kita harus sabar menunggu jawabannya, dan jika ada kabar baik dalam waktu dekat akan segera kita lakukan proses pengerjaan,” terangnya.

Diungkapkannya, ada dua negara asing akan didatangkan oleh Pemkab Bateng untuk mewujudkan rencana tersebut yang dinilai bermanfaat dalam rangka menambah pemasukan selama masa layak operasi masih berjalan.

“Biasanya masa layak pakai PLTS dari pertama berjalan maksimalnya selama 25 tahun. Dari penyewaan lahan tersebut, selain menambah kerjasama dengan investor asing, kita juga memperkenalkan Bateng di mata dunia. Hal lainnya juga membuat sebuah pemasukan untuk Pemkab Bateng,” tukasnya.

Ia menambahkan, kerjasama tersebut selain adanya pemasukkan selama masa layak pakai 25 tahun tersebut, lahan juga menjadi hak milik Pemda Bateng. Adapun luasnya wilayah Marbukh yang akan dikelola berkisar sekitar 21 hektar.

“Kapasitas kemampuan PLTS dalam proyek pengadaan itu nantinya dengan besaran volume daya 10 Mega Watt dan itu lumayan besar lah. Kami berharap power klien investor-investor asing akan berdatangan untuk bekerjasama membangun dan membuat kemajuan di Bateng pada industri dan fasilitas prasarana penanggung pariwisata,” pungkasnya. (ran/3).

Related posts