by

Relokasi Pelabuhan Manggar tak Relevan

-Belitong-62 views

Sengketa Lahan, Pelabuhan Mandek Sejak 2011

MANGGAR – Rencana Relokasi pemindahan pelabuhan Manggar, oleh pemkab Belitung Timur (Beltim) dianggap sudah tidak relevan, hal tersebut diungkapkan oleh ketua Wakasbangda Beltim, Rudi Juniwira, selasa (13/2/2018). Rudi menganggap hal tersebut sangat tidak relevan karena menurutnya Pelabuhan Manggar sudah diresmikan sejak 9 mei 2011 yang lalu.
“Rencana relokasi Pembangunan pelabuhan penyeberangan tidak relevan dengan subtansi persoalan mandeknya pengoperasian pelabuhan Manggar yang sudah diresmikan pada 9 Mei 2011 lalu,” kata Rudi (13/2/2018).
Menurut Rudi, subtansi persoalan pelabuhan Manggar adalah masalah sengketa lahan, yang sampai saat ini belum terselesaikan.
“Hal ini juga yang menghambat pekerjaan pendalaman alur lalu lintas pelabuhan Manggar tersebut, padahal pemerintah pusat sudah menganggarkan dana Rp. 18 milyar untuk pendalaman alur. Pusat akan mencairkan dana itu asal status lahan pelabuhan sudah clean & clear,” jelasnya lagi.
Kemudian kata Rudi, berkaitan dengan masalah sengketa lahan, Pemkab Beltim tidak serius dan optimal untuk menyelesaikan persoalannya, apalagi ini menyangkut aset daerah dan untuk kepentingan publik pasti ada jalan keluarnya.
“Kita tidak ingin ada pengalihan isu atau masalah dengan diwacanakannya relokasi pelabuhan penyeberangan yang sebenarnya untuk menutupi ketidakmampuan Pemkab Beltim untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan,” pungkasnya.
Sebelumnya Rencana Pemerintah Faerah Kabupaten Beltim membuka Dok (galangan) kapal di bekas PT GMB Lipat Kajang belum menemukan titik temu. Karenanya, Bupati Beltim Yuslih Ihza mengisyaratkan kemungkinan mengalihkan rencana tersebut ke kawasan Manggar selatan tepatnya bekas PT Hanjaya.
“Untuk yang Lipat Kajang kita kan sudah buat MoU dengan PT JPPI, anak dari PT Pelindo II dilanjutkan MoU PT JPPI dan PT DAK serta PT GMB. Sebenarnya MoU dengan PT JPPI ditandatangani didepan Menteri BUMN tidak disebutkan dimana lokasi dok,” ungkap Yuslih (waktu itu) kepada wartawan.
Bupati mengaku tidak mengetahui pasti penundaan eksekusi pembangunan galangan kapal Lipat Kajang eks PT GMB. Sebab pertemuan antar pihak cukup intens dilakukan yang salah satunya membahas pelabuhan ASDP Lipat Kajang.
“Terkendalanya, menurut pak Agus juga kita sudah melakukan beberapa kali meeting masalah ASDP dengan PT GMB. Itu kisah lama yang belum terselesaikan sampai sekarang. Dampaknya ASDP mangkrak sampai sekarang, tidak dapat dikembangkan dan dioperasikan,” bebernya. (dny/6)

Comment

BERITA TERBARU