Relawan PMI Babel Berjibaku dengan Api Hingga Malam

  • Whatsapp
Relawan PMI Babel menggunakan Mobil Tangki berisikan Air, bersama Tim Gabungan dan Satgas Kekeringan Pemprov Babel, memadamkan api di hutan dan lahan kosong di Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Babel, Selasa (20/8/2019) malam hari. (foto: istimewa/PMI Babel)

Masyarakat Diimbau Jaga Lingkungan

PANGKALPINANG – Meski Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum lama dilantik, namun PMI Babel kini mulai menunjukkan aksi nyatanya. Selain bergerak di bidang kemanusiaan, kini PMI mengembangkan sayapnya peduli terhadap kondisi alam, dalam hal ini, kekeringan yang melanda wilayah Babel.

Kalau sehari sebelumnya, Senin (19/8/2019) relawan PMI Babel yang bergabung ke dalam Satgas Kekeringan Pemprov Babel membantu mendropping air ke lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di dekat SMKN 4 Kelurahan Tembran, Pangkalpinang, Selasa (20/8/2019), relawan PMI Babel kembali terjun langsung dan berjibaku dengan api yang membakar sejumlah lahan kosong di Pangkalpinang.

Dengan Mobil Tangki PMI berisi Air, sebanyak 4 relawan PMI Babel, yang di pimpin langsung Sekretaris PMI Babel, Mardani, dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Babel, Mikron Antariksa, lokasi Karhutla itu, adalah di belakang Perumahan Tunas Ilalang, Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, dan Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalanbaru, Bangka Tengah.

Untuk proses pemadaman Karhutla di Jerambah Gantung, relawan PMI Babel harus berjuang cukup keras dibawah terik matahari yang menyengit. Ditambah lagi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut seluas kurang lebih 2 hektar, sehingga kejadian yang bermula sekitar Pukul 13.30 WIB itu, baru bisa ditangani hingga Pukul 16.00 WIB.

Di lokasi lahan gambut itu, Relawan PMI Babel dan Tim Gabungan dan Satgas Kekeringan Pemprov Babel, awalnya memadamkan api langsung ke titip api. Namun, karena lahan gambut, sempat membuat api sulit dikendalikan. Bahkan kondisi lahan malah sempat mengeluarkan asap tebal.

Relawan PMI Babel dan Tim Gabungan dan Satgas Kekeringan Pemprov Babel, termasuk didalamnya Personil TNI /Polri, harus menambah dropping air ke titik api yang disebabkan oleh oknum tak bertanggung jawab itu.

Tak sampai disitu, Relawan PMI Babel bersama Tim Gabungan dan Satgas Kekeringan Pemprov Babel, juga Personil TNI/Polri, kembali berjibaku dengan api hingga malam hari. Itu lantaran adanya laporan dari warga di sekitar Padang Baru, Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.

Atas laporan itu, dan setelah berhasil memadamkan api di Jerambah Gantung, Relawan PMI Babel, Tim Gabungan dan Satgas Kekeringan, langsung meluncur ke lokasi Karhutla yang di Padang Baru, atau tak jauh dari Kawasan Bandara Depati Amir.

Di Padang Baru, Karhutla mulai terjadi sekira Pukul 18.00 WIB, dengan luas lahan terdampak kurang lebih mencapai 200 meter persegi. Namun, berkas kesigapan para tenaga Relawan, Tim Gabungan dan Satgas Kekeringan, meski hingga malam hari, api akhirnya bisa dipadamkan.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Babel, Mikron Antariksa, selain relawan PMI Babel beserta mobil tangki yang berisi air, juga ada sejumlah mobil tangki berisi air yang melakukan dropping air ke sejumlah titik kebakaran.

“Kami berterima kasih kepada relawan PMI, Tim Gabungan yang didalamnya ada TNI/Polri, Damkar, Kwarda Pramuka Peduli, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Babel, dan pihak lain yang terlibat, sehingga Karhutla bisa diredam,” ujar Mikron, yang juga menjabat Kepala BPBD Babel.

Mikron juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungannya masing-masing, terlebih dengan kondisi alam yang kering saat ini. “Kekeringan ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan November 2019 mendatang. Mari, peduli terhadap lingkungan kita, dengan salah satunya menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman dari kebakaran,” imbau Mikron.

Sekretaris PMI Babel, Mardani, di susai berhasil memadamkan api, menegaskan, PMI Babel selain melakukan kegiatan kemanusiaan seperti aksi donor darah, dan sejumlah aksi kemanusiaan lainnya, juga siap membantu mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah Babel.

“Kami (PMI Babel-red) sudah berkomitmen untuk membantu mengatasi kekeringan di Babel dengan bergabung kedalam Satgas Kekeringan Pemprov Babel,” ucap Mardani.(rell/vip).

Related posts