Relawan PMI Babel Bagikan Masker

  • Whatsapp
Kepala Markas PMI Babel, Mardani membagikan Masker kepada warga di Desa Penyak, Bangka Tengah, Minggu (22-9-2019). (foto: Istimewa)

Dalam seminggu terakhir, wilayah Desa Paya Benua (Payben), Kecamatan Mendo Barat diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bahkan kini, kondisinya semakin menebal.

Atas situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melalui relawannya yang dipimpin langsung Sekretaris PMI yang juga Kepala Markas PMI Babel, Mardani, S.Kom Sabtu (21/9/2019) pagi, membagikan sebanyak 2.300 Masker untuk warga Payben.

Selain membagikan langsung ke rumah-rumah warga dan pengendara sepeda motor yang melintas di jalan Desa Payben, dibantu Karang Taruna dan Pemuda Pemudi Paya Benua, relawan PMI Babel juga membagikan masker kepada Guru dan Siswa SD yang berada di Desa Payben.

Sekretaris PMI Babel, Mardani menjelaskan, PMI Babel menyalurkan bantuan Masker ini, setelah mendapatkan informasi dari warga Payak Benua sehari sebelumnya bahwa wilayah mereka saat ini, terutama disaat pagi hari diselimuti asap tebal yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Masker yang kami bagikan ini, merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Babel, yang diserahkan Gubernur usai Apel Peringatan HUT PMI ke-74 pada 19 September 2019 lalu, di Halaman Kantor Gubernur Babel,” terang Mardani.

Mengingat kondisi kabut asap yang kian menebal, dimana jarak pandang saat pembagian hanya berjarak di kisaran 3 meteran, maka Sekretaris PMI Babel mengajak kepada berbagai elemen terkait termasuk OPD terkait baik tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk ikut membantu.

Untuk tindak lanjut PMI Babel sendiri rencananya akan kembali menyalurkan bantuan serupa ke wilayah lain di Babel yang juga terdampak kabut asap Karhutla ini. “Jika tak ada halangan Minggu (22/9/2019), PMI Babel juga akan membagikan masker ke masyarakat di Bangka Tengah,” ujar Mardani.

Terpisah, Dana, Pemuda Desa Payben mengatakan, kabut asap ini telah menyelimuti Desa Paya Benua hampir seminggu berjalan ini.

“Kami berharap selain masker, ada bantuan lain seperti cek kesehatan kepada warga Desa Payak Benua. Karena sejumlah anak di desa kami ini, sudah ada yang terkena saluran pernafasan gejala ISPA seperti mata merah, hidung meler dan lainnya,” ungkap Dana.

Dana, mewakili masyarakat Desa Payak Benua mengucapkan terima kasih atas bantuan PMI Babel yang telah menyalurkan masker kepada warga Payak Benua.

Giliran Desa Kurau -Penyak

Bila pada Sabtu (21/9/2019) pagi, Warga Desa Payak Benua, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, yang jadi lokasi bagi-bagi 2300 masker oleh Relawan Palang Merah (PMI) Provinsi Babel, lantaran daerah itu diselimuti asap Karhutla, Minggu (22/9/2019), giliran warga dan pengendara yang melintas di sepanjang Jalan Desa Kurau – Penyak, Kabupaten Bangka Tengah target pembagian masker PMI Babel.

Di tempat itu (Kurau-Penyak), Relawan PMI Babel di pimpin Kepala Markas PMI Babel yang juga menjabat Sekretaris PMI Babel, Mardani, dibantu Relawan PMI Bangka Tengah, Pramuka Peduli Kwarda Babel, membagikan sebanyak 7000 masker kepada para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, dan penumpang yang berada di bus angkutan umum.

Pembagian masker dimulai sejak pukul 06.00 WIB dan berakhir di pukul 09.00 WIB itu, dimulai dengan Apel Siaga yang di pimpin Kepala Markas PMI Babel, Mardani.

Mardani, Kepala Markas PMI Babel mengatakan, masker bantuan PMI Babel tersebut, difokuskan kepada masyarakat pengendara dan desa penyak dengan kategori utama anak-anak, ibu hamil, orang tua.

“Penyak sebagai ptarget operasi pembagian masker, karena sehari sebelumnya, kita PMI Babel mendapatkan kabar dari Kades Penyak, Sapawi, bahwa daerah mereka sedang diselimuti asap Karhutla. Kondisi asap yang cukup tebal ini, sudah terjadi sepekan ini. Dan hari ini, yang paling tebal. Makanya pagi ini (Minggu-red) langsung turun dan bagikan ribuan masker,” kata Mardani.

PMI Babel, kata Mardani, yang sifatnya memberikan pertolongan pertama, terus memantau lokasi – lokasi yang diselimuti kabut asap. “Kemarin Sabtu, kita lakukan di Payak Benua, dan hari ini, di Kurau – Penyak. Kami pun dari PMI Babel membuka diri bagi para donatur ataupun relawan lainnya yang ingin menyumbangkan masker, nanti kami akan jemput,” ujar Mardani.

Terpisah, Bustam warga Penyak mengaku hingga saat ini, masih belum ada pihak yang membantu menindaklanjuti masalah kabut asap yang menerpa wilayah mereka, kecuali PMI Babel melalui pembagian masker.

1000 Masker Diserahkan ke Karang Taruna Kurau

Selain PMI Babel, di hari yang sama, PMI Kabupaten Bangka Tengah, juga menyerahkan 1000 masker kepada Karang Taruna Desa Kurau. Masker tersebut, untuk nantinya dibagikan kepada masyarakat Desa Kurau yang terdampak kabut asap karhutla.

Dedi Novalta Plt Kepala Markas PMI Bangka Tengah mengatakan, pemberikan masker oleh PMI Bangka Tengah kepada warga, ditujukan untuk upaya pencegahan terjadinya gangguan pernafasan akibat kabut asap yang terjadi.

“Kedepan, kami akan meninjau desa – desa lain di Bangka Tengah yang terkena dampak kabut asap ini, kemudian juga akan kami bagikan masker,” ungkap Novalta.

Trisna Malinda, Perwakilan Karang Taruna Desa Kurau mengucapkan terima kasih kepada PMI Bangka Tengah atas bantuan masker yang diperuntukkan bagi warga. “Masker ini insya Allah akan kami bagikan, terutama kepada anak-anak dan ibu hamil,” kata Trisna. (Idris/6)

Related posts